Minggu, 24 April 2011

LAPORAN TUTORIAL INDEPENDENT LEARNING




INDEPENDENT LEARNING SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN

BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG

    Sekarang ini dunia telah mengalami perubahan. Salah satu aspeknya yaitu sistem pendidikan yang ada di seluruh dunia. Termasuk sistem pendidikan untuk kedokteran di Indonesia. Dulu proses pendidikan kedokteran di Indonesia yang cenderung masih tradisional dan sangat mengandalkan kuliah teacher centered, yang cenderung menekankan pada transfer pengetahuan, bukan pada pemfasilitasan pembelajaran, diyakini sangat tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya.
    Oleh karena itu, proses pendidikan kedokteran yang seperti itu telah dirubah, karena sudah tidak cocok dengan tuntutan keadaan. Saat ini, mahasiswa kedokteran harus dididik dan dilatih dengan menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk menghubungkan konsep dasar dengan situasi yang sebenarnya di lapangan. Institusi penyelenggara pendidikan dokter harus mampu membangun suatu bentuk pendidikan yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritisnya, baik untuk menyelesaikan persoalan pasien nantinya maupun untuk berkontribusi memberikan penyelesaian persoalan masyarakat terkait dengan masalah kesehatan. Maka dari itu, digunakanlah Problem Based Learning pada sistem pendidikan kedokteran di Indoesia yang mengacu pada belajar secara mandiri / Independent Learning yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis para mahasiswa, terutama mahasiswa fakultas kedokteran di Indonesia.
     
  2. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa hubungan Independent Learning dengan Critical Thinking?
    2. Apakah sistem konvensional ataukah sistem modern yang paling sesuai untuk di terapkan kepada mahasiswa baru fakultas kedokteran?
    3. Apa manfaat Independent Learning?
    4. Apa kelebihan dan kelemahan dari Independent Learning?
    5. Apa saja prinsip –prinsip dari Independent Learning?
    6. Kapankah Independent Learning digunakan sebagai sistem pembelajaran di fakultas kedokteran?
    7. Bagaimanakah cara memanajemen waktu yang efisien?
       
  3. TUJUAN

    Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial kedua Blok I "Independent Learning", agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya :
    1. Istilah – istilah sistem pembelajaran untuk fakultas kedokteran
    2. Kelebihan dan kekurangan dari Independent Learning
    3. Manfaat dari sistem pembelajaran Independent Learning
    4. Dapat mengetahui perbedaan antara sistem pembelajaran secara konvensional dengan sistem modern
       
  4. MANFAAT
    1. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang independent learning serta istilah – istilah yang ada di dalamnya, seperti Self-Directed Learning, Deep Learning, Critical Thinking, dll
    2. Mahasiswa mengerti dan mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari sistem pembelajaran Independent Learning tersebut
    3. Mahasiswa mengerti dan memahami apa saja manfaat dari Independent Learning
    4. Mahasiswa dapat memutuskan apa sistem pembelajaran yang paling sesuai untuk pendidikan dokter saat ini.
BAB II
STUDI PUSTAKA
  1. TINJAUAN PUSTAKA
    1. Independent Learning

      Independent learning ditetapkan oleh KKI sebagai pembelajaran pada fakultas kedokteran pada tahun 2006. Pengertian dari independent learning adalah
      kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki. Independent learning dapat juga diartikan sebagai usaha individu untuk melakukan kegiatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri untuk menguasai suatu materi dan atau kompetensi tertentu sehingga dapat digunakannya untuk memecahkan masalah yang dijumpainya di dunia nyata.

      Independent Learning memiliki potensi untuk mendorong mahasiswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan yang berjalan sehingga mahasiswa dituntut untuk harus berlatih berpikir secara kritis (critical thinking). Sehingga dapat dikatakan bahwa critical thinking sangat diperlukan didalam pembelajaran dengan menggunakan sistem independent learning. (Merriam & Caffarella,2005)

       
    2. Prinsip – prinsip di dalam Independent Learning

      Prinsip – prinsip mendasar dari independent learning yaitu :
      1. voluntary participation
      2. mutual respect
      3. collaborative spirit
      4. action and reflection (praxis)
      5. critical reflection
      6. self direction (Stephen D. Brookfield,2006)
    3. Manfaat Independent Learning
Manfaat dari Independent learning adalah pebelajar menjadi lebih baik dan berkembang. Dari literatur ditegaskan bahwa Independent Learning menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab yang lebih besar di dalam membuat pembelajaran lebih bermakna dengan pemantauan sendiri (Garrison, 2007). Mereka ingin tahu dan bersedia untuk mencoba hal-hal baru (Lyman, 2007), melihat masalah sebagai tantangan, keinginan untuk berubah, dan menikmati belajar (Taylor, 2005). Taylor juga mendapati mereka termotivasi dan gigih, mandiri, disiplin, percaya diri dan berorientasi pada tujuan.

Independent learning memungkinkan pebelajar untuk belajar menjadi lebih efektif dan bersosialisasi. Morrow, et al. (2003) mengamati bahwa dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, self-directed learning dapat mendorong siswa untuk mengembangkan aturan dan pola-pola kepemimpinan mereka sendiri.
    1. Kelebihan Dan Kelemahan Independent Learning
      1. Kelebihan :
        1. On demand (proses belajar dapat dilakukan kapanpun)
        2. Sesuai untuk mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu besar dan aktif mencari sumber belajar
        3. Mengembangkan cara ber-pikir dan sikap ilmiah 
        4. Mendorong disiplin dan keterampilan belajar sepanjang hayat
      2. Kelemahan :
        1. Menuntut disiplin dan kemandirian belajar yang tinggi
        2. Pendapat serta pertanyaan mhs dpt menyimpang dari pokok persoalan
        3. Kesulitan dlm menyimpulkan sering menyebabkan tdk adanya penyelesaian
        4. Membutuhkan waktu cukup banyak. (Romi Satria,2005)
  1. Perbedaan sistem konvensional dengan sistem sekarang

    Ciri – ciri metode konvensional adalah :
·         Berfokus pada dosen
·         Dosen menerangkan dan mahasiswa mendengarkan (one way learning).
·         Mahasiswa bertanya.
·         Dosen menjelaskan seluruh materi
·         Key process is teaching
·         Dosen hanya menyiapkan materi
·         Mahasiswa membaca menjelang ujian, terutama catatan (reading habit rendah).
·         Mahasiswa pasif (partisipatif rendah).
·         Mahasiswa hanya menghafal materi dan kemudian lupa
Sedangkan untuk ciri – ciri dari metode modern adalah kebalikan dari ciri – ciri metode konvensional yang tertera diatas.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa independent learning sebaiknya digunakan dalam pembelajaran karena :
1.      Dengan independent learning akan terjadi pembelajaran bermakna. Mahasiswa yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan.
2.      Dalam independent learning, mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Artinya, apa yang mereka lakukan sesuai dengan keadaan nyata bukan lagi teoritis sehingga masalah-masalah dalam aplikasi suatu konsep atau teori mereka akan temukan sekaligus selama pembelajaran berlangsung.
3.      Independent learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif mahasiswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok. (I Wayan Dasna dan Sutrisno, 2007)
  1. Memanajemen Waktu Yang Efektif
Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.
Efektivitas penggunaan waktu sangat dipengaruhi keterampilan kita dalam membaginya.  Ada hak belajar, hak bekerja, hak tubuh, hak keluarga, hak ibadah juga hak evaluasi diri. Semuanya harus dibagi secara adil.  Sibuk dan hebatnya belajar tanpa disertai istirahat dan ibadah misalnya, hanya akan mendatangkan masalah.
Karena itu, sebuah rencana tidak perlu muluk-muluk.  Buatlah secara proporsional dan fleksibel agar kita mudah menjalankannya.  Setelah itu kita disiplin menjalankannya.  Banyak orang yang hanya pandai membuat rencana, tapi kurang pandai menjalankannya.
Pedoman:
·         Perhatikan waktumu.
·         Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
·         Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
·         Ketahuilah kapan kamu produktif.
(Prof.Joseph Frank Landsberger,2006)

BAB III
PEMBAHASAN

Analisis Skenario
Dari skenario II "Independent Learning" telah didapatkan informasi sebagai berikut :
  1. Seorang mahasiswa fakultas kedokteran semester pertama sedang menaruh minat pada kuliah perkenalan mengenai pentingnya belajar yang diarahkan diri sendiri (self directed learning).
  2. Belajar mandiri itu sangat penting dan merupakan aspek vital penentu untuk tercapainya tujuan pembelajaran pada PBL (Problem Based Learning).
  3. Meskipun demikian, dia masih bingung dengan manajemen waktu untuk belajar mandiri tersebut karena ketatnya jadwal kegitan belajar di kelas.
  4. Apalagi tuntutan untuk deep learning dan penerapannya dalam proses belajarnya setiap hari sampai lulus.
  5. Tuntutan lain adalah mahasiswa harus terlibat dalam critical thinking baik dengan sumber pembelajaran maupun aktivitas pembelajaran.
Berikut merupakan pembahasan scenario :
  • Seiring berkembangnya jaman, sistem pendidikan dokter saat ini mulai menerapkan sistem pendidikan yang mengacu pada Independent Learning. Independent Learning adalah suatu sistem pembelajaran yang dimaksudkan untuk mahasiswa kedokteran di dalam penelitian secara mendalam yang secara berkelanjutan akan menimbulkan pendekatan secara terus menerus yaitu dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan kritis diri.
  • Salah satu aspek dari Independent Learning adalah self directed learning (belajar mandiri). Self directed learning adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Dalam arti mahasiswa mencari, menyusun, mempelajari, mengolah serta mengevaluasi literatur hasil pembelajaran secara mandiri.
  • Self directed learning merupakan aspek vital penentu tercapainya tujuan pembelajaran pada PBL. Aspek vital adalah suatu aspek yang sangat penting yang terdiri dari aspek medis dan praktek kesehatan masyarakat, salah satunya pengobatan terhadap penyakit di suatu komunitas penduduk.
  • Karena ketatnya jadwal kuliah, maka diharuskan untuk dapat memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya. Manajemen waktu adalah menyusun jadwal kegiatan secara teratur sehingga di dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
  • Tuntutan untuk deep learning pun diwajibkan di dalam proses belajarnya. Deep learning adalah mempelajari suatu materi secara mendalam, sehingga mengerti dan memahami keseluruhan dari materi yang diberikan dan dapat menjelaskanya kembali secara rinci dan detail.
  • Tuntutan lain yang harus dimiliki adalah critical thinking. Critical thinking adalah suatu pemikiran dari seorang mahasiswa yang tidak cepat merasa puas dengan jawaban atau penjelasan yang diperoleh dari satu sumber saja, tetapi kemudian mencari ke sumber lain sehingga keinginannya untuk tahu akan sesuatu lebih jelas.
 
BAB IV
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
    1. Dengan adanya independent learning, mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mencari sumber belajarnya sendiri
    2. Dalam independent learning, proses belajar dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun (On demand)
    3. Dengan adanya independent learning, Mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing
    4. Dalam independent learning, mahasiswa dituntut untuk dapat berfikir secara kritis
    5. Dengan adanya independent learning, mahasiswa dapat mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah 
    6. Dalam independent learning, mahasiswa juga dituntut untuk berperan lebih aktif
  2. SARAN
    1. Sebaiknya di dalam independent learning selalu didampingi atau diawasi oleh fasilitator, sehingga di dalam pembelajarannya mahasiswa tidak melenceng atau keluar dari materi yang dimaksud.
    2. Sebaiknya mahasiswa selalu berfikir kritis, aktif dan kreatif di dalam sistem pembelajaran independent learning.
    3. Sebaiknya mahasiswa mencari lebih banyak informasi sejelas – jelasnya tentang permasalahan yang sedang dihadapi, seperti bertanya kepada pakar, mencari dari buku, dll.
DAFTAR PUSTAKA
http://images.bahanajarmbps.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/RwofBQoKCm4AAEroryM1/USING%20MULTIPLE%20%20TEACHING%20METHODS%20STTMCA.ppt?nmid=61102986
http://www. brookes.ac.uk/ services/ocsd/2_learntch/independent.html
http://www.docstoc.com/docs/5041490/Memahami-Lebih-Lanjut-tentang-e-Learning1
http://www.ut.ac.id/html/Strategi-bjj/strategi.htm
http://fkunissula.ac.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=28&Itemid=55
http://063423233.multiply.com/journal/item/18
http://www.laboratorium-um.sch.id/files/BAB%20II%20OPTIMALISASI%20STRATEGI%20PEMBELAJARAN.pdf
http://yasri.posterous.com/bahan-ajar-mtk
http://blog.unila.ac.id/ayuna/files/2009/06/ayuna-tantina-0711011004.pdf
Mujiman,H,2008.Belajar Mandiri (Self Motivated Learning).Surakarta:LPP dan UNS Press.
J, Austin and L, David., 2003. Argumentation and Debate Citical Thingking for Reasooned Decision Making. Canada : Wadsworth
O'Shea, E. (2003) Self-directed learning in nurse education: a review of literature. Journal of Advanced Nursing.
http://zulharman79.wordpress.com/2007/07/13/belajar-mandiri/
Thomas, F. Nelson, Laird et al., 2009. Suporting Deep Approaches to Learning in Student Arrairs. http://cpr.iub.edu.

DOWNLOAD NOW

LAPORAN TUTORIAL PBL









PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING
PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN

  BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Seiring dengan semakin berkembangnya zaman, sistem pendidikan di dunia juga semakin berkembang, terutama sistem pendidikan untuk kedokteran. Misalnya negara Amerika, Kanada, Argentina, Singapura, Indonesia, dll. Meskipun demikian di Indonesia sendiri walaupun telah berkembang, namun masih dinilai sangat lemah dan buruk serta jauh dari system pendidikan yang telah diterapkan Negara lain. Hal tersebut membuat sumber daya manusia yang ada di Negara kita kalah dari Negara lain, terutama mutu dan kualitas pendidikannya. Oleh karena itu masih sangat diperlukan untuk meningkatkan kembali system pendidikan yang ada di Indonesia.

Melihat dari situasi tersebut, KKI yang merupakan lembaga / Institusi yang salah satu tugasnya menentukan / menetapkan sistem pendidikan yang digunakan untuk pembelajaran pada fakultas kedokteran mulai menerapkan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning atau yang lebih dikenal sebagai sistem pembelajaran yang mengajarkan mahasiswa untuk dapat bekerja secara kelompok di dalam menyelesaikan suatu masalah yang diambil dari permasalahan dari dunia nyata yang lebih lanjutnya akan digunakan seven jump di dalam tutorial untuk memecahkan masalah yang telah disajikan sebelumnya sehingga mahasiswa dalam hal ini diharuskan untuk berperan aktif didalam diskusi / pembelajaran tersebut serta diharapkan untuk dapat mengasah kemampuan berfikir seoptimal mungkin.
 
  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Dalam pengertian KKI terdapat kata non struktural. Apa yang dimaksud non struktural?
    2. Apa perbedaan KBK dan PBL?
    3. Apa kelebihan dan kekurangan dari KBK dan PBL?
    4. Sebutkan contoh – contoh yang ditetapkan KKI?
    5. Manfaat PBL cukup kompleks dan ambigu. Apa maksud dari ambigu?
    6. Apa saja proses – proses PBL?
    7. Apa hubungan dari KKI dengan AIPKI?

  1. TUJUAN
Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial pertama Blok I "Problem Based Learning", agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya :
    1. Definisi istilah – istilah kedokteran
    2. Kelebihan dan kekurangan antara PBL dengan KBK
    3. Tugas – tugas / yang ditetapkan KKI
    4. Langkah - langkah / proses – proses di dalam Problem Based Learning

  1. MANFAAT
    1. Mahasiswa mengerti dan memahami definisi tentang istilah – istilah yang ada di dalam kedokteran beserta sistem pendidikannya seperti KBK, KKI, PBL, AIPKI, dll.
    2. Mahasiswa mengerti dan mengetahui apa kelebihan dan kelemahan dari sistem KBK dan PBL di dalam pendidikan kedokteran
    3. Mahasiswa mengerti dan memahami apa tugas – tugas KKI beserta hal – hal yang ditetapkan oleh KKI
    4. Mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana langkah / proses urutan yang digunakan dalam Problem Based Learning dan kemudian menerapkannya dalam tutorial.

BAB II
STUDI PUSTAKA
  1. TINJAUAN PUSTAKA
    1. Konsil Kedokteran Indonesia
Konsil Kedokteran Indonesia adalah suatu badan otonom, mandiri, nonstruktural, dan bersifat independen yang terdiri atas konsil kedokteran dan konsil kedokteran gigi. Yang artinya, berdiri sendiri, tidak berada di bawah naungan badan / institusi lain namun memiliki anak badan / lembaga yang banyak. Misalnya AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia). AIPKI adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh para dekan fakultas kedokteran seluruh Indonesia yang berfungsi memberikan pertimbangan dalam rangka memberdayakan dan menjamin kualitas pendidikan kedokteran yang diselenggarakan oleh fakultas kedokteran.

Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai berbagai macam tugas yang diantaranya adalah :
      1. mengatur / menetapkan tata cara registrasi dokter dan dokter gigi
      2. penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik, kemitraan dalam hubungan dokter-pasien
      3. tata cara penanganan kasus dugaan pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
      4. pedoman penegakan disiplin profesi kedokteran yang harus ditaati oleh dokter dan dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran
      5. Bertanggung-jawab dalam pengelolaan sistem pendidikan kedokteran
      6. Bertanggung-jawab dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan kedokteran. (Permenkes,2007)

    1. Definisi
Kompetensi adalah pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur. (Hall dan Jones,2008)
Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah keseluruhan tentang pembelajaran aktif (active learning) dimana guru membantu siswa untuk belajar bagaimana belajar dari pada hanya mempelajari isi (learn how to learn rather than just cover content). (Eve Krakow,2005)
Problem Based Learning adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata. (Duch,2005)
    1. Proses – Proses di Dalam PBL
Proses yang digunakan di dalam pembelajaran PBL yaitu dengan menggunakan metoda 7 langkah atau yang biasa disebut seven jump.
Langkah – langkah seven jump adalah sebagai berikut :
·         Langkah I    :    Identifikasi dan klarifikasi istilah konsep yang belum diketahui / dipahami yang terdapat di dalam skenario
·         Langkah II    :    Menentukan masalah – masalah untuk didiskusikan
·         Langkah III    :    Sesi brainstorming untuk mendiskusikan daftar masalah yang telah disepakati. Setiap mahasiswa wajib memberi saran atau hipotesis tentang suatu penjelasan yang memungkinkan       
·         Langkah IV    :    Periksa langkah I dan II dan menyusunnya menjadi sebuah solusi sementara        
·         Langkah V    :    Perumusan sasaran belajar.setiap anggota dapat mengusulkan sasaran belajar yang akan dicapai agar dapat memahami daftar masalah yang telah disepakati       
·         Langkah VI    :    Belajar mandiri. Setiap anggota mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan daftar masalah yang telah disepakati melalui berbagai sumber belajar mandiri           
·         Langkah VII    :    Kelompok berdiskusi mengenai informasi yang telah mereka dapatkan.
  1. Kelebihan Dan Kekurangan KBK Dan PBL
·         KBK
o    Kelebihan :
1.      Mengembangkan kompetensi-kompetensi peserta didik pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri
2.      Mengembangakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student
oriented). Peserta didik dapat bergerak aktif secara fisik ketika belajar dengan memanfaatkan indra seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta pikiran terlibat dalam proses belajar. Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan bergerak dan berbuat, belajar dengan berbicara dan mendengar, belajar dengan mengamati dan menggambarkan, serta belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir.
3.      Pengajar diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing
4.      Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik.
5.      Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten.
·         Kelemahan :
1.      Paradigma pengajar dalam pembelajaran KBK masih seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya yang lebih pada teacher oriented
2.      Sarana dan pra sarana pendukung pembelajaran yang belum merata di setiap setiap Perguruan Tinggi, sehingga KBK tidak bisa diimplementasikan secara komprehensif.
3.      Kebijakan pemerintah yang setengah hati, karena KBK dilaksanakan dengan uji coba di beberapa sekolah mulai tahun pelajaran 2001/2002 tetapi tidak ada payung hukum tentang pelaksanaan tersebut.
·         Di samping kelemahan dalam kebijakan dan implementasi KBK juga memiliki kelamahan dari sisi isi kurikulum, antara lain:
1.      Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun, padahal indikator sebaiknya disusun oleh pengajar, karena pengajar yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik dan lingkungan
2.      Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan pengajar untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan.
·         PBL
o    Kelebihan :
1.      Retensi siswa pada apa yang dipelajari lebih lama dan kuat
2.      Pengetahuan terintegrasi dengan lebih baik
3.      Mengembangkan keterampilan belajar jangka panjang, yaitu bagaimana meneliti, berkomunikasi dalam kelompok, dan bagaimana menangani masalah.
4.      Meningkatkan motivasi, minat dalam bidang studi, dan kemandirian belajar.
5.      Meningkatkan interaksi siswa-siswa dan siswa-guru. (CIDR, 2004)
·         Kelemahan :
1.      Instrumen penilaian hasil belajar yang valid dan dapat diterima sulit dibuat atau ditafsirkan
2.      Waktu yang diperlukan dalam pembelajaran lebih banyak
3.      Kendala pada faktor guru yang sulit berubah orientasi dari guru mengajar menjadi siswa belajar
4.      Sulitnya merancang masalah yang memenuhi standar pembelajaran berbasis masalah. (Ward dan Lee, 2002)
  1. Manfaat PBL
Manfaat di dalam PBL sangat banyak, cukup komplek dan ambigu yang artinya bergantung pada pemahaman dan pembelajaran peserta didik di dalam mengartikan makna tersebut, antara lain :
    1. Berfikir Tingkat tinggi (Higher-Order Thinking)
Scenario masalah yang tidak lengkap memanggil keluar (membangkitkan) berfikir kritis dan kreatif peserta didik, menebak Apa jawaban yang benar yang dikehendaki pengajar untuk saya temukan
    1. Pembelajaran bagaimana belajar (Learning How To Learn)
PBL mengembangkan metakognisi dan pembelajaran diri yang teratur dengan meminta peserta didik untuk menghasilkan cara mereka sendiri mendefinisikan masalah, mencari informasi, menganalisis data dan membuat serta menguji hipotesis, membandingkan strategi lain, dan membaginya dengan siswa lain dan strategi dari pembimbing
    1. Keaslian (Authenticity)
PBL melibatkan peserta didik dalam mempelajari informasi dalam cara yang  sama ketika mengingatnya kembali dan menerapkan dalam situasi yang akan datang dan menilai pembelajaran dengan cara mendemonstrasikan pemahaman dan bukan kemahiran belaka. (Gick and Holyoak, 2003)
BAB III
PEMBAHASAN

Analisis Skenario
Dari skenario I "Problem Based Learning" telah didapatkan informasi sebagai berikut :
  1. Seorang mahasiswi kedokteran sedang bingung dengan penerapan pendidikan dokter dengan memakai Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan pendekatan Problem Based Learning di Fakultas Kedokteran tempat dia menempuh pendidikan dokter.
  2. Dia diberikan buku modul yang berisi skenario – skenario.
  3. Kata kakak kelas, para mahasiswa akan menggunakan seven jump untuk tutorial yang dijalankan.
  4. Ketika ia bertanya kepada dosen, dijelaskan bahwasetelah menjadi dokter harus bias menguasai kompetensi yang telah ditetapkan oleh konsil kedokteran Indonesia.
  5. Lebih lanjut kompetensi itu meliputi kognitif, afektif dan psikomotor.
Berikut merupakan pembahasan scenario :
  • Seiring berkembangnya jaman, sistem pendidikan dokter mulai menerapkan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah suatu kurikulum yang pada tahap perencanaan, terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh pendekatan kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul yang berarti, pada waktu mengembangkan atau mengadopsi pemikiran, maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi, kekuatan dan kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan, serta jangkauan validitas pendekatan tersebut ke masa depan.
  • Yang dilakukan dengan pendekatan yang disebut dengan pendekatan Problem Based Learning. Problem Based Learning adalah sistem pembelajaran yang di dalamnya menggunakan masalah untuk belajar. Yaitu, sebelum pebelajar mempelajari suatu hal, mereka diharuskan mengidentifikasi suatu masalah, baik yang dihadapi secara nyata maupun telaah kasus. Masalah diajukan sedemikian rupa sehingga para pebelajar menemukan kebutuhan belajar yang diperlukan agar mereka dapat memecahkan masalah tersebut.
  • Dalam pemecahan masalah dari skenario – skenario tersebut, akan digunakan seven jump. Seven jump
    adalah suatu langkah yang digunakan dalam pemecahan suatu masalah yang terdiri dari 7 tahap pembelajaran yang mengandalkan pengembangan ketrampilan dan dapat di fungsikan sebagai sarana peningkatan ketrampilan proses sains.
  • Untuk menjalankan suatu tutorial. Tutorial adalah suatu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada pembelajaran secara mandiri yang dilaksanakan dengan cara berdiskusi antar anggota di dalam satu kelompok yang pada akhirnya di harapkan untuk dapat memecahkan masalah – masalah yang telah dihadapkan pada kelompok tersebut.
  • Setelah lulus menjadi dokter harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Konsil Kedokteran Indonesia adalah yang bertugas mengatur, mengesahkan, menetapkan serta membina dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem pendidikan kedokteran dan juga bertanggung jawab dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan kedokteran.
  • Sistem KBK tersebut mencakup berbagai aspek penilaian, yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Afektif adalah suatu penilaian yang berdasarkan pada sikap dan perilaku, yaitu yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. Kognitif adalah penilaian yang berdasarkan kepada kemampuan berfikir, mencakup kemampuan intelektual yaitu mengingat, sampai pada kemampuan di dalam memecahkan suatu masalah. Psikomotorik adalah suatu penilaian yang berdasarkan pada ketrampilan motorik, yaitu yang berhubungan dengan anggota tubuh dan tindakan yang mengkoordinasikan antara syaraf dengan otot.

BAB IV
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
    1. Dengan adanya Problem Based Learning didalam tutorial, mahasiswa lebih mengerti dan memahami skenario / materi yang telah dibahas
    2. Dalam tutorial, dosen hanya bertindak sebagai fasilitator diskusi dan tidak berperan dalam pemberian materi kepad mahasiswa
    3. Pemberian materi disampaikan antar mahasiswa sesuai dengan pengetahuan dari sumber yang didapat
    4. Secara tidak langsung, dapat menambah wawasan mahasiswa
    5. Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih aktif didalam pembelajaran dengan sistem PBL
  1. SARAN
    1. Sebaiknya setiap anggota dapat mengeluarkan pendapat sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal.
    2. Sebaiknya ketua anggota memberi keterbatasan anggotanya di dalam bertanya serta menjawab sehingga anggota lain dapat bertanya serta menjawab secara merata
    3. Sebaiknya mahasiswa lebih berfikir kritis, aktif dan kreatif di dalam sistem pembelajaran PBL
 
DAFTAR PUSTAKA
Erickson, D.K. (1999). A Problem-Based Approach to Mathematics Instruction. The Mathematics Teacher. Vol. 92, No. 6, pp. 516-521
Lubienski, S. T. (1999). Problem-centered mathematics teaching. "Mathematics Teaching in the Middle School," 5 (4). 250-255.
Yamin, Martinis, M. Pd. 2005. Strtegi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Ciputat: Gaung Persada Press
Ward dan Lee, (2002). Review of Problem-Based Learning. Journal of Family and Consumer Sciences Education, Vol. 20, No. 1, Spring/Summer, 2002 A

DOWNLOAD NOW

Sabtu, 23 April 2011

SISTEM RESPIRASI



Respirasi atau pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.

Respirasi melibatkan keseluruhan proses yang menyebabkan pergerakan pasif O2 dari atmosfer ke jaringan untuk menunjang metabolisme sel, serta pergerakan pasif CO2 yang merupakan produk sisa metabolisme dari jaringan ke atmosfer. (Sherwood, 2001)

Sistem respirasi sangat berperan didalam mempertahankan kestabilan tubuh ( homeostasis ). Dengan memperoleh O2 dari udara dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal didalam tubuh. Sistem ini membantu mengatur pH lingkungan internal dengan menyesuaikan tingkat pengeluaran CO2 pembentuk asam. (Sherwood, 2001)

Sistem respirasi bermanfaat bagi kehidupan sel, karena sel membutuhkan pasokan O2 agar tetap hidup dan CO2 yang harus selalu dikeluarkan terus menerus. Sehingga jika tidak terdapat sistem respirasi, sel didalam tubuh tidak akan dapat hidup dan kita akan menjadi mati. (Sherwood, 2001)

Respirasi dibagi menjadi respirasi internal dan eksternal.

  1. Respirasi Internal
    Respirasi internal atau seluler mengacu pada proses metabolisme intrasel yang berlangsung di dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul ke nutrient. (Sherwood, 2001)
  2. Respirasi Eksternal
    Respirasi eksternal mengacu kepada keseluruhan rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. (Sherwood, 2001) Respirasi eksternal meliputi:
  • Ventilasi atau pertukaran udara secara bergantian antara atmosfer dan alveolus. Kecepatannya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
  • Pertukaran O2 dan CO2 di alveolus dan darah pada pulmonalis memalui difusi
  • O2 dan CO2 diangkut oleh darah antara paru-paru dan jaringan.
  • Pertukaran O2 dan CO2 antara jaringan dan darah mealui difusi yang melintasi kapiler sistemik (jaringan).
(Sherwood, 2001)

Organ Pada Sistem Respirasi

Organ yang terlibat dalam proses respirasi meliputi :

  1. Cavum nasi
  2. Pharinx
  3. Larinx
  4. Trachea
  5. Bronchus
  6. Bronchiolus
  7. Sakus alveoli dan alveoli
  8. Musculus-musculus inspirasi dan ekspirasi
    Disamping organ-organ yang terdapat didalam rongga dada, terdapat organ-organ lain yang turut berperan didalam proses pernafasan, yaitu saraf ventral respiratory yang terletak pada medulla oblongata. Kemudian terdapat otot pernafasan utama yang juga berperan dalam proses pernafasan, yaitu musculus intercostalis superior dan inferior dan diafragma.



    Volume dan Kapasitas paru-paru

    1. Pengukuran Volume
    Pengukuran volume menunjukan jumlah udara. dalam paru-paru selama beberapa berbagai siklus pernapasan. Tiap volume tidak dapat dibagi kedalam bagian yang lebih kecil, karena ini menunjukan unit dasar.
  • Volume tidal (VT) adalah volume udara yang digerakkan masuk dan keluar pada tiap pernapasan normal. Terukur kurang lebih 500 mL.
  • Volume cadangan inspirasi (VCI) menunjukkan jumlah udara dimana seseorang dapat dengan sekuat-kuatnya menghirup udara setelah inspirasi tidal normal. VCI biasanya kira-kira 3.000 MI.
  • Volume cadangan ekspirasi (VCE) adalah volume udara dimana seseorang dapat dengan sekuat-kuatnya mengeluarkan udara setelah ekshalasi tidal normal. VCE biasanya kira-kira 1. 200 MI.
  • Volume residu (VR) adalah volume udara sisa setelah ekspirasi kuat. Volume ini dapat diukur hanya dengan spirometer tak langsung, sedangkan yang lain dapat diukur secara langsung.
  1. Pengukuran Kapasitas
Pengukuran kapasitas menghitung sebagian siklus paru-paru. Ini diukur sebagai kombinasi volume sebelumnya.

  • Kapasitas inspirasi (KI) adalah jumlah udara yang dapat diinhalasi (dihirup) sengan kuat bila mulai dari tingkat ekspirasi normal. Ini sama dengan VT ditambah VCI dan kurang lebih 3.500 ml.
  • Kapasitas residu fungsional (KRF) adalah jumlah sisa udara pada akhir ekspirasi normal. Ini adalah jumlah dari VCE dan VR dan kurang lebih 2.300 ml.
  • Kapasitas vital (KV) adalah jumlah maksimal udara yang dapat dengan kuat diekspirasi setelah inspirasi kuat maksimal. Ini jumiah dari VD VT, dan VCE. Volume ini kurang lebih 4.600 ml pada pria normal.
  • Kapasitas paru total (KPT) sama dengan volume dimana paru-paru dapat diekspansi dengan upaya inspirasi paling kuat. Volume kapasitas kurang lebih 5.800 ml.
(Sherwood, 2001)

Frekuensi Pernafasan Normal
Dalam keadaan normal, usaha bernapas hanya memerlukan 3% dari pemakaian pemakaian energy total.

Pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama, yaitu kimiawi dan pengendalian oleh saraf. Faktor kimiawi inilah yang merupakan faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan.

Berikut ini adalah tabel frekuensi pernafasan pada manusia

Frekuensi nafas ( /menit )
Bayi baru lahir
40-60 kali
Bayi 1-11 bln
30 kali
Bayi 1-2 thn
25 kali
Umur 4-12 thn
19-23 kali
Umur 14-18 thn
16-18 kali
Dewasa
12-20 kali
Lansia ( >65 thn )
Jumlah respirasi meningkat secara bertahap
(Sherwood, 2001)

Sumber

http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-ikhsanuddin2.pdf

Astowo. Pudjo. Terapi oksigen: Ilmu Penyakit Paru. Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. FKUI. Jakarta. 2005

http://deasbatamisland.com/2008/01/pengkajian-sistem-pernafasan.html

http://www.crayonpedia.org/mw/SISTEM_PERNAFASAN_PADA_MANUSIA_8.1_SAEFUL_KARIM

http://www.perawatonline.com/index.php/artikel-keperawatan/kep-medika-bedah/22-fisiologi-manusia

http://www.scribd.com

Anonymous. Meditasi Dzikir. Stress and Health Solution. Web .12 Desember 2005. www.MedDzik.org

Asisten Anatomi FK UNS 1999-2000. 2003. Guidance to Anatomy II. Surakarta: UNS Press

Sherwood, L.2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC

DOWNLOAD NOW

CAIRAN TUBUH


Cairan dalam tubuh manusia meliputi lebih kurang 60% total berat badan laki-laki dewasa. Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu, sesuai dengan jenis kelamin dan umur individu tersebut. Pada wanita dewasa, cairan tubuh meliputi 50% dari total berat badan. Pada bayi dan anak-anak, prosentase ini relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa dan lansia.

Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. 2/3 bagian (60%) dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) sedangkan 1/3 bagiannya (40%) berada di luar sel (cairan ekstrasel/CES). CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan. Selain kedua kompatmen tersebut, ada kompartmen lain yang ditempati oleh cairan tubuh, yaitu cairan transel. Namun volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na+ dan Cl- terutama terdapat pada cairan ektrasel, sedangkan ion K+ di cairan intrasel. Anion protein tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan intrasel dan plasma.

Cairan ekstrasel banyak mengandung ion natrium klorida, dan bikarbonat plus berbagai nutrien untuk sel, seperti oksigen, glukosa, asam lemak dan asam amino. Cairan ekstrasel juga mengandung karbon dioksida yang diangkut dari sel ke paru untuk diekskresi. Ditambah berbagai produk sampah sel lainnya yang diangkut ke ginjal untuk diekskresi. (Guyton and Hall, 2007).

Cairan ekstrasel baik plasma darah dan cairan interstisial, keduanya mengandung sejumlah besar ion natrium dan ion Cl, sejumlah besar ion bikarbonat, tetapi hanya sejumlah kecil kalium, kalsium, magnesium, phospat, sulfat dan ion asam organik. (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2006).

Komponen-komponen didalam milieu interiur adalah sebagi berikut : (Guyton and Hall, 2007)

Nama Cairan
Nilai Normal
Kisaran Normal
Kira-Kira Batas Nonletal Jangka Pendek
Satuan
Oksigen
40
35-45
10-1000
mm Hg
Karbon dioksida
40
35-45
5-80
mm Hg
Ion natrium
142
138-146
115-175
mmol/L
Ion kalium
4,2
3,8-5,0
1,5-9,0
mmol/L
Ion kalsium
1,2
1,0-1,4
0,5-2,0
mmol/L
Ion klorida
108
103-112
70-130
mmol/L
Ion bikarbonat
28
24-32
8-45
mmol/L
Glukosa
85
75-95
20-1500
mg/dl
Suhu tubuh
98,4 (37,0)
98-98,8 (37,0)
65-110 (18,3-43,3)
0F (0C)
Asam-basa
7,4
7,3-7,5
6,9-8,0
pH

Dehidrasi
Dehidrasi terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang masuk kedalam tubuh. Dengan kata lain dehidrasi terjadi karena cairan yang terdapat didalam tubuh keluar terlalu banyak daripada yang masuk kedalamnya. Namun karena mekanisme yang terdapat pada tubuh manusia sudah sangat unik dan dinamis maka tidak setiap kehilangan cairan akan menyebabkan tubuh dehidrasi.

Dalam kondisi normal, kehilangan cairan dapat terjadi saat kita :

  • Bernafas
  • Kondisi cuaca sekitar
  • Berkeringat
  • Buang air kecil dan buang air besar.
    Sehingga setiap hari kita harus minum cukup air guna mengganti cairan yang hilang saat aktifitas normal tersebut.

    Apakah yang menyebabkan dehidrasi?

    Dehidari terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara pemasukan cairan sangat kurang. Beberapa kondisi yang sering menyebabkan dehidrasi antara lain :

  • Muntah
  • Diare
  • Berkeringat
  • Diabetes
  • Luka bakar
  • Kesulitan minum
    Apakah gejala dan tanda dehidrasi?

    Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :
  1. Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan
  2. Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.

      Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu :
  1. Mulut kering.
  2. Berkurangnya air mata.
  3. Berkurangnya keringat.
  4. Kekakuan otot.
  5. Mual dan muntah.
  6. Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.

    Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multiorgan. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.

    Bagaimana mengobati dehidrasi?

    Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan pemasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini adalah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman.

    Keputusan menggunakan cairan infus sangat terggantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing.

    Penggunaan obat obatan diperlukan untuk mengobati penyakit penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain lain. Contohnya adalah oralit pada dehidrasi penyebab diare. Dengan cara kerja dari campuran yang terdiri dari dua larutan,yaitu gula dan garam, yang mana setiap larutan mempunyai peran yang berbeda. Larutan garam berfungsi untuk menyerap air yang berlebihan pada kolon. Sedangkan laruta gula berfungsi sebagai larutan pengganti cairan tubuh yang hilang.


    Sumber

    http://ikdu.fk.ui.ac.id/integrasi%206.htm

    Sherwood, Lauralee. (2004). Human Physiology: From cells to system. 5th ed. California: Brooks/Cole-Thomson Learning, Inc.

    Silverthorn, D.U. (2004). Human Physiology: An Integrated approach. 3th ed. San Fransisco: Pearson Education.

    http://www.perawatonline.com/index.php/artikel-keperawatan/kep-medika-bedah/22-fisiologi-manusia

    Pearce, Evelyn C. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia.

    Scanlon, Valarie C. 2006. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta. EGC.

    Guyton, Arthur C and Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Jakarta: EGC.

    Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
DOWNLOAD NOW


    Minggu, 17 April 2011

    SEMANGKA VIAGRA ALAMI ?

    SEPOTONG buah semangka dingin nan segar memang menggiurkan untuk dijadikan kudapan sehat. Tapi siapa sangka, buah bulat berkadar air tinggi ini ternyata memiliki khasiat luar biasa yang nyaris serupa dengan obat kejantanan Viagra.


    Peneliti dari Texas Amerika Serikat seperti dilansir AP, Kamis (3/7), melaporkan bahwa semangka mengandung sejenis zat bernama citrulline. Zat ini mampu merangsang produksi senyawa kimia yang membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks seperti halnya yang terjadi saat pria meminum Viagra.


    Ditemukan dalam daging dan kulit semangka, citrulline akan bereaksi dengan enzim tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak. Zat ini lalu berubah menjadi arginine, sejenis asam amino yang berkhasiat bagi jantung dan sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh.
     

    "Arginine memicu produksi nitrat oksida, yang membuat pembuluh darah menjadi rileks, efek dasar yang dimiliki Viagra, untuk mengatasi disfungsi ereksi atau mungkin mencegahnya," ungkap Bhimu Patil, peneliti dan direktur Texas A&M's Fruit and Vegetable Improvement Center.
     

    "Semangka mungkin tidak untuk organ tertentu seperti halnya Viagra, tetapi ini cara yang bagus untuk membuat pembuluh darah rileks tanpa ada efek samping obat," tegas Patil.
     

    Menurut riset, citrulline lebih banyak ditemukan pada kulit semangka yakni sekitar 60 persen ketimbang dalam dagingnya. Tetapi, persentasenya juga bisa bervariasi. Citrulline juga dapat ditemukan pada semua warna semangka dan yang paling tinggi kandungannya adalah jenis semangka kuning.
     

    Walaupun temuan ini cukup fenomenal, Todd Wehner, peneliti semangka di North Carolina State University, berpendapat bahwa siapapun yang biasa mengomsumsi Viagra sebaiknya tidak berharap akan mendapat faedah sama dari semangka.
     

    "Sepertinya semangka dapat memberikan efek yang menarik, tetapi ini bukan sebagai pengganti terapi obat " tegas Wehner.
    Sedangkan Penelope Perkins-Veazie, peneliti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Lane, Oklahoma, berpendapat, riset yang dilakukan Patil memang valid tetapi dengan satu catatan penting.
     

    Menurutnya, untuk mendapatkan citrulline yang mampu merangsang kadar arginine dalam tubuh, seseorang harus memakan setidaknya enam gelas (sekitar 1,4 liter) semangka.
     

    "Masalahnyam ketika makan terlalu banyak semangka, Anda cenderung ingin sering ke kamar kecil," tambah Perkins-Veazie.
     

    Semangka memang bersifat diuretik atau menambah kecepatan pembentukan urin. Problem lainnya, kata Perkins-Veazie, adalah kandungan gula yang begitu besar yang bakal meluber ke dalam pembuluh darah sehingga dikhawatirkan menyebabkan keram.
     

    Menurut Patil, yang penelitiannya dibiayai USDA, nitrat oksida juga dapat membantu pasien penderita angina, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Patil dan timnya berencara melanjutkan penelitian untuk mencari mekanisme mengurangi kandungan gula dalam semangka.
    [kompas.com]

    DARAH TAK LANCAR PICU SERANGAN JANTUNG

    Gaya hidup yang tidak sehat sangat berpengaruh pada timbulnya timbunan plak dan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah tidak lancar.

    Untuk mengatasinya, pola makan yang seimbang perlu dijaga, berhenti merokok dan olahraga teratur, serta mengonsumsi suplemen herbal.

    "Sirkulasi darah yang baik dihasilkan oleh kerja sama antara jantung, darah, komponen-komponennya, serta pembuluh darah itu sendiri," kata ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Prof Dr Budhi Setianto, dalam jumpa pers, Kamis lalu, di Jakarta.

    Jika terjadi gangguan pada salah satu komponen itu, lanjut Budhi, sirkulasi darah akan terganggu. Akibatnya, suplai darah tidak mencukupi kebutuhan hingga dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gangguan fungsi organ tubuh lain. "Untuk itu, peredaran darah yang lancar sangat penting bagi kesehatan kita," ujarnya.

    Sirkulasi darah yang baik merupakan faktor sangat penting untuk menghindari risiko penyakit serius seperti gangguan sirkulasi darah otak atau stroke. Gejalanya antara lain pusing, nyeri seperti ditusuk-tusuk dan lemas. Sebab, darah membawa nutrisi, oksigen, dan unsur lain.

    Prof Sumali Wiryowidagdo dari Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia obat herbal berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah tanpa ada efek samping. "Obat herbal yang berkhasiat harus aman digunakan dan tidak menimbulkan toksisitas," ujarnya.

    Ada beberapa jenis tanaman sebagai bahan suplemen herbal yang berkhasiat untuk memperlancar sirkulasi darah yakni crataegus oxyacantha, melissa officinalis, ginkgo biloba, bawang putih, morinda citrifolia (mengkudu), dan vitamin E yang natural atau terbuat dari bukan sintetis.
    Diberdayakan oleh Blogger.