Jumat, 08 Oktober 2010

HOMEOSTASIS I : DASAR FISIOLOGI


 
Manusia mempunyai tubuh yang tersusun atas triliyunan sel yang saling berinteraksi dan merupakan organisme multiseluler. setiap selnya melakukan fungsi-fungsi dasar yang penting bagi kelangsungan hidupnya. Sel merupakan bagian terkecil dari suatu organisme. Sekumpulan sel yang ada dalam tubuh akan membentuk suatu jaringan. Dari kumpulan jaringan tersebut akan membentuk organ. Kumpulan organ yang bekerja secara bersama-sama membentuk sistem organ yang melakukan fungsi yang saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk menyelesaikan aktivitas yang penting bagi kelangsungan hidupnya secara keseluruhan.

Sel didalam tubuh akan kontak langsung dengan lingkungan dalam maupun lingkungan luar sel tersebut. Untuk menjaga agar keadaan di dalamnya tetap konstan, tubuh memerlukan upaya untuk tetap mempertahankan kondisinya tersebut. Kondisi seperti ini disebut juga dengan homeostasis. Homeostasis ada agar unsur-unsur yang ada dalam lingkungan dalam tubuh tetap menjaga dan agar sel dapat menjalankan fungsi dasar sel secara optimal.

I. Sel
Tubuh manusia terdiri dari masyarakat sel yang saling berinteraksi. Sel adalah sub unit terkecil pada organisme multiseluler hidup, seperti manusia. Sel merupakan susunan kompleks zat kimia hidup dan melakukan aktivitas khusus. Mikroorganisme, seperti amuba dan bakteri, memilki sel tunggal yang dapat berfungsi secara mandiri. Namun, sel-sel manusia harus bekerja sama dan berfungsi secara saling bergantung. Sel adalah satuan dasar bagi struktur dan fungsi tubuh manusia. Setiap sel melakukan fungsi-fungsi dasar yang penting bagi kelangsungan hidupnya sendiri, misalnya memperoleh O2 dan zat-zat gizi, yang digunakan sel untuk memperoleh energi; bereaksi terhadap perubahan di lingkungan sekitar; mengontrol perpindahan bermacam-macam bahan di dalam sel dan antara sel dengan lingkungannya; dan bereproduksi.

Sel mempunyai dua bagian utama yaitu nukleus dan sitoplasma. Nukleus dipisahkan dari sitoplasma oleh membran sel, yang disebut juga membran plasma. Berbagai macam zat yang turut membentuk sel secra keseluruhan disebut protoplasma. Protoplasma terutama terdiri atas lima zat dasar : air, elektrolit, protein, lipid, dan karbohidrat.

Pada organisme multisel, setiap sel melakukan, selain fungsi-fungsi fundamental di atas, suatu aktivitas khusus yang biasanya merupakan elaborasi dari fungsi-fungsi dasar sel di atas. Sel-sel tubuh sangat terorganisasi dalam kelompok-kelompok fungsional, yakni sel-sel yang memiliki struktur dan aktivitas khusus serupa terorganisasi menjadi jaringan. Terdapat empat jenis dasar jaringan: 
  1. Jaringan otot, yang khusus berkontraksi dan menghasilkan gaya; 
  2. Jaringan saraf, yang mengkhususkan diri untuk inisiasi dan transmisi impuls listrik; 
  3. Jaringan epitel, yang melapisi dan membungkus berbagai permukaan dan rongga tubuh dan juga membentuk kelenjar sekretorik; dan 
  4. Jaringan ikat, yang menghubungkan, menyokong, dan melekatkan berbagai bagian tubuh. 
Jaringan-jaringan lebih lanjut tersusun membentuk organ-organ, yaitu struktur yang terdiri dari beberapa jaringan primer yang berfungsi bersama melakukan suatu fungsi-fungsi tertentu. Organ-organ membentuk sistem, yaitu kumpulan organ yang melakukan fungsi-fungsi terkait dan saling berinteraksi untuk menyelesaikan suatu aktivitas bersama yang penting bagi kelangsungan hidup tubuh keseluruhan. Sistem organ kemudian membentuk tubuh keseluruhan.

II. Homeostasis
Homeostasis pertama kali dikenalkan oleh Walter Canon menyebutkan bahwa keadaan stabil dinamis unsur-unsur pokok lingkungan internal (milleu interiur) yang mengelilingi dan saling bertukar berbagai zat dengan sel.

Homeostasis mengacu kepada pemeliharaan suatu keadaan stabil dinamis di dalam lingkungan cairan internal yang membasuh semua sel tubuh. Karena sel-sel tubuh tidak berkontak langsung dengan lingkungan luar, kelangsungan hidup sel bergantung pada pemeliharaan lingkungan cairan internal yang stabil yang berhubungan langsung dengan sel. Sebagai contoh, di lingkungan internal O2 dan zat-zat gizi harus terus menerus diganti sesuai kecepatan penggunaannya oleh sel.

Istilah dari homeostasis juga digunakan oleh ahli fisiologi untuk menjelaskan pemeliharaan aneka kondisi yang hampir selalu konstan di lingkungan dalam. Pada dasarnya, semua organ dan jaringan tubuh melakukan aneka fungsi untuk membantu mempertahankan kondisi yang konstan ini. Misalnya, paru menyediakan oksigen bagi cairan ekstrasel untuk menggantikan oksigen yang dipakai oleh sel, ginjal mempertahankan konsentrasi ion agar konstan, dan sistem gastrointestinal menyediakan nutrient.

Homeostasis sangat penting bagi kelangsungan hidup sel yaitu untuk mempertahankan fungsi sel.
Faktor-faktor lingkungan dalam yang perlu dipertahankan homeostasis mencakup :
  1. Konsentrasi molekul zat-zat gizi.
  2. Konsentrasi O2 dan CO2.
  3. Konsentrasi zat-zat sisa berbagai reaksi kimia.
  4. Konsentrasi PH.
  5. Konsentrasi air, garam-garam, elektrolit-elektrolit.
  6. Suhu.
  7. Volume dan tekanan.
Fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh masing-masing dari ketujuh tubuh diarahkan untuk mempertahankan homeostasis. Fungsi sistem tubuh akhirnya bergantung pada aktivitas-aktivitas khusus sel-sel yang menyusun setiap sistem. Dengan demikian, homeostasis penting bagi kelangsungan hidup setiap sel, dan setiap sel memberikan kontribusinya untuk mempertahankan homeostasis.
Sistem kontrol yang mengatur aktivitas berbagai sistem tubuh untuk mempertahankan homeostasis dapat diklasifikasikan sebagai 
  1. Kontrol intrinsik, yaitu respons kompensatorik inheren suatu organ terhadap perubahan, dan
  2. Kontrol ekstrinsik, yaitu respons suatu organ yang dicetuskan oleh faktor-faktor di luar organ tersebut, seperti sisem saraf dan endokrin. 
Baik kontrol intrinsik maupun ekstrinsik umumnya beroperasi berdasarkan prinsip umpan balik negatif, yaitu suatu perubahan pada sebuah variabel yang diatur mencetuskan respons yang mendorong variabel itu berlawanan arah dengan perubahan awal, sehingga terjadi perlawanan terhadap perubahan.

Keadaan patofisiologi terjadi jika satu atau lebih sistem tubuh gagal berfungsi secara benar, homeostasis akan terganggu dan semua sel akan menderita karena tidak lagi memperoleh linhkungan yang optimal tempat mereka hidup dan berfungsi, sehingga lingkungan internal yang optimal tidak lagi dapat dipertahankan. Muncul berbagai keadaan patofisiologis. Patofisiologis mengacu pada abnormalitas fungsional tubuh (perubahan fisiologis) yang berkaitan dengan penyakit. Jika gangguan terhadap homeostasis menjadi sedemikian berat sehingga tidak lagi memungkinkan untuk kelangsungan hidup, maka akan timbul kematian. 

Sumber

Sherwood, Lauralee. (2004). Human Physiology: From cells to system. 5th ed. California: Brooks/Cole-Thomson Learning, Inc.
Silverthorn, D.U. (2004). Human Physiology: An Integrated approach. 3th ed. San Fransisco: Pearson Education.
Pearce, Evelyn C. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia.
Scanlon, Valarie C. 2006. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta. EGC.
Guyton, Arthur C and Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Jakarta: EGC.
  Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit  Dalam Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

DOWNLOAD NOW
 
Baca Juga Lebih Lengkap Tentang SEL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.