Minggu, 24 April 2011

LAPORAN TUTORIAL INDEPENDENT LEARNING




INDEPENDENT LEARNING SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN

BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG

    Sekarang ini dunia telah mengalami perubahan. Salah satu aspeknya yaitu sistem pendidikan yang ada di seluruh dunia. Termasuk sistem pendidikan untuk kedokteran di Indonesia. Dulu proses pendidikan kedokteran di Indonesia yang cenderung masih tradisional dan sangat mengandalkan kuliah teacher centered, yang cenderung menekankan pada transfer pengetahuan, bukan pada pemfasilitasan pembelajaran, diyakini sangat tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya.
    Oleh karena itu, proses pendidikan kedokteran yang seperti itu telah dirubah, karena sudah tidak cocok dengan tuntutan keadaan. Saat ini, mahasiswa kedokteran harus dididik dan dilatih dengan menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk menghubungkan konsep dasar dengan situasi yang sebenarnya di lapangan. Institusi penyelenggara pendidikan dokter harus mampu membangun suatu bentuk pendidikan yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritisnya, baik untuk menyelesaikan persoalan pasien nantinya maupun untuk berkontribusi memberikan penyelesaian persoalan masyarakat terkait dengan masalah kesehatan. Maka dari itu, digunakanlah Problem Based Learning pada sistem pendidikan kedokteran di Indoesia yang mengacu pada belajar secara mandiri / Independent Learning yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis para mahasiswa, terutama mahasiswa fakultas kedokteran di Indonesia.
     
  2. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa hubungan Independent Learning dengan Critical Thinking?
    2. Apakah sistem konvensional ataukah sistem modern yang paling sesuai untuk di terapkan kepada mahasiswa baru fakultas kedokteran?
    3. Apa manfaat Independent Learning?
    4. Apa kelebihan dan kelemahan dari Independent Learning?
    5. Apa saja prinsip –prinsip dari Independent Learning?
    6. Kapankah Independent Learning digunakan sebagai sistem pembelajaran di fakultas kedokteran?
    7. Bagaimanakah cara memanajemen waktu yang efisien?
       
  3. TUJUAN

    Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial kedua Blok I "Independent Learning", agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya :
    1. Istilah – istilah sistem pembelajaran untuk fakultas kedokteran
    2. Kelebihan dan kekurangan dari Independent Learning
    3. Manfaat dari sistem pembelajaran Independent Learning
    4. Dapat mengetahui perbedaan antara sistem pembelajaran secara konvensional dengan sistem modern
       
  4. MANFAAT
    1. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang independent learning serta istilah – istilah yang ada di dalamnya, seperti Self-Directed Learning, Deep Learning, Critical Thinking, dll
    2. Mahasiswa mengerti dan mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari sistem pembelajaran Independent Learning tersebut
    3. Mahasiswa mengerti dan memahami apa saja manfaat dari Independent Learning
    4. Mahasiswa dapat memutuskan apa sistem pembelajaran yang paling sesuai untuk pendidikan dokter saat ini.
BAB II
STUDI PUSTAKA
  1. TINJAUAN PUSTAKA
    1. Independent Learning

      Independent learning ditetapkan oleh KKI sebagai pembelajaran pada fakultas kedokteran pada tahun 2006. Pengertian dari independent learning adalah
      kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki. Independent learning dapat juga diartikan sebagai usaha individu untuk melakukan kegiatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri untuk menguasai suatu materi dan atau kompetensi tertentu sehingga dapat digunakannya untuk memecahkan masalah yang dijumpainya di dunia nyata.

      Independent Learning memiliki potensi untuk mendorong mahasiswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan yang berjalan sehingga mahasiswa dituntut untuk harus berlatih berpikir secara kritis (critical thinking). Sehingga dapat dikatakan bahwa critical thinking sangat diperlukan didalam pembelajaran dengan menggunakan sistem independent learning. (Merriam & Caffarella,2005)

       
    2. Prinsip – prinsip di dalam Independent Learning

      Prinsip – prinsip mendasar dari independent learning yaitu :
      1. voluntary participation
      2. mutual respect
      3. collaborative spirit
      4. action and reflection (praxis)
      5. critical reflection
      6. self direction (Stephen D. Brookfield,2006)
    3. Manfaat Independent Learning
Manfaat dari Independent learning adalah pebelajar menjadi lebih baik dan berkembang. Dari literatur ditegaskan bahwa Independent Learning menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab yang lebih besar di dalam membuat pembelajaran lebih bermakna dengan pemantauan sendiri (Garrison, 2007). Mereka ingin tahu dan bersedia untuk mencoba hal-hal baru (Lyman, 2007), melihat masalah sebagai tantangan, keinginan untuk berubah, dan menikmati belajar (Taylor, 2005). Taylor juga mendapati mereka termotivasi dan gigih, mandiri, disiplin, percaya diri dan berorientasi pada tujuan.

Independent learning memungkinkan pebelajar untuk belajar menjadi lebih efektif dan bersosialisasi. Morrow, et al. (2003) mengamati bahwa dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, self-directed learning dapat mendorong siswa untuk mengembangkan aturan dan pola-pola kepemimpinan mereka sendiri.
    1. Kelebihan Dan Kelemahan Independent Learning
      1. Kelebihan :
        1. On demand (proses belajar dapat dilakukan kapanpun)
        2. Sesuai untuk mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu besar dan aktif mencari sumber belajar
        3. Mengembangkan cara ber-pikir dan sikap ilmiah 
        4. Mendorong disiplin dan keterampilan belajar sepanjang hayat
      2. Kelemahan :
        1. Menuntut disiplin dan kemandirian belajar yang tinggi
        2. Pendapat serta pertanyaan mhs dpt menyimpang dari pokok persoalan
        3. Kesulitan dlm menyimpulkan sering menyebabkan tdk adanya penyelesaian
        4. Membutuhkan waktu cukup banyak. (Romi Satria,2005)
  1. Perbedaan sistem konvensional dengan sistem sekarang

    Ciri – ciri metode konvensional adalah :
·         Berfokus pada dosen
·         Dosen menerangkan dan mahasiswa mendengarkan (one way learning).
·         Mahasiswa bertanya.
·         Dosen menjelaskan seluruh materi
·         Key process is teaching
·         Dosen hanya menyiapkan materi
·         Mahasiswa membaca menjelang ujian, terutama catatan (reading habit rendah).
·         Mahasiswa pasif (partisipatif rendah).
·         Mahasiswa hanya menghafal materi dan kemudian lupa
Sedangkan untuk ciri – ciri dari metode modern adalah kebalikan dari ciri – ciri metode konvensional yang tertera diatas.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa independent learning sebaiknya digunakan dalam pembelajaran karena :
1.      Dengan independent learning akan terjadi pembelajaran bermakna. Mahasiswa yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan.
2.      Dalam independent learning, mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Artinya, apa yang mereka lakukan sesuai dengan keadaan nyata bukan lagi teoritis sehingga masalah-masalah dalam aplikasi suatu konsep atau teori mereka akan temukan sekaligus selama pembelajaran berlangsung.
3.      Independent learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif mahasiswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok. (I Wayan Dasna dan Sutrisno, 2007)
  1. Memanajemen Waktu Yang Efektif
Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.
Efektivitas penggunaan waktu sangat dipengaruhi keterampilan kita dalam membaginya.  Ada hak belajar, hak bekerja, hak tubuh, hak keluarga, hak ibadah juga hak evaluasi diri. Semuanya harus dibagi secara adil.  Sibuk dan hebatnya belajar tanpa disertai istirahat dan ibadah misalnya, hanya akan mendatangkan masalah.
Karena itu, sebuah rencana tidak perlu muluk-muluk.  Buatlah secara proporsional dan fleksibel agar kita mudah menjalankannya.  Setelah itu kita disiplin menjalankannya.  Banyak orang yang hanya pandai membuat rencana, tapi kurang pandai menjalankannya.
Pedoman:
·         Perhatikan waktumu.
·         Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
·         Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
·         Ketahuilah kapan kamu produktif.
(Prof.Joseph Frank Landsberger,2006)

BAB III
PEMBAHASAN

Analisis Skenario
Dari skenario II "Independent Learning" telah didapatkan informasi sebagai berikut :
  1. Seorang mahasiswa fakultas kedokteran semester pertama sedang menaruh minat pada kuliah perkenalan mengenai pentingnya belajar yang diarahkan diri sendiri (self directed learning).
  2. Belajar mandiri itu sangat penting dan merupakan aspek vital penentu untuk tercapainya tujuan pembelajaran pada PBL (Problem Based Learning).
  3. Meskipun demikian, dia masih bingung dengan manajemen waktu untuk belajar mandiri tersebut karena ketatnya jadwal kegitan belajar di kelas.
  4. Apalagi tuntutan untuk deep learning dan penerapannya dalam proses belajarnya setiap hari sampai lulus.
  5. Tuntutan lain adalah mahasiswa harus terlibat dalam critical thinking baik dengan sumber pembelajaran maupun aktivitas pembelajaran.
Berikut merupakan pembahasan scenario :
  • Seiring berkembangnya jaman, sistem pendidikan dokter saat ini mulai menerapkan sistem pendidikan yang mengacu pada Independent Learning. Independent Learning adalah suatu sistem pembelajaran yang dimaksudkan untuk mahasiswa kedokteran di dalam penelitian secara mendalam yang secara berkelanjutan akan menimbulkan pendekatan secara terus menerus yaitu dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan kritis diri.
  • Salah satu aspek dari Independent Learning adalah self directed learning (belajar mandiri). Self directed learning adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Dalam arti mahasiswa mencari, menyusun, mempelajari, mengolah serta mengevaluasi literatur hasil pembelajaran secara mandiri.
  • Self directed learning merupakan aspek vital penentu tercapainya tujuan pembelajaran pada PBL. Aspek vital adalah suatu aspek yang sangat penting yang terdiri dari aspek medis dan praktek kesehatan masyarakat, salah satunya pengobatan terhadap penyakit di suatu komunitas penduduk.
  • Karena ketatnya jadwal kuliah, maka diharuskan untuk dapat memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya. Manajemen waktu adalah menyusun jadwal kegiatan secara teratur sehingga di dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
  • Tuntutan untuk deep learning pun diwajibkan di dalam proses belajarnya. Deep learning adalah mempelajari suatu materi secara mendalam, sehingga mengerti dan memahami keseluruhan dari materi yang diberikan dan dapat menjelaskanya kembali secara rinci dan detail.
  • Tuntutan lain yang harus dimiliki adalah critical thinking. Critical thinking adalah suatu pemikiran dari seorang mahasiswa yang tidak cepat merasa puas dengan jawaban atau penjelasan yang diperoleh dari satu sumber saja, tetapi kemudian mencari ke sumber lain sehingga keinginannya untuk tahu akan sesuatu lebih jelas.
 
BAB IV
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
    1. Dengan adanya independent learning, mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mencari sumber belajarnya sendiri
    2. Dalam independent learning, proses belajar dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun (On demand)
    3. Dengan adanya independent learning, Mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing
    4. Dalam independent learning, mahasiswa dituntut untuk dapat berfikir secara kritis
    5. Dengan adanya independent learning, mahasiswa dapat mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah 
    6. Dalam independent learning, mahasiswa juga dituntut untuk berperan lebih aktif
  2. SARAN
    1. Sebaiknya di dalam independent learning selalu didampingi atau diawasi oleh fasilitator, sehingga di dalam pembelajarannya mahasiswa tidak melenceng atau keluar dari materi yang dimaksud.
    2. Sebaiknya mahasiswa selalu berfikir kritis, aktif dan kreatif di dalam sistem pembelajaran independent learning.
    3. Sebaiknya mahasiswa mencari lebih banyak informasi sejelas – jelasnya tentang permasalahan yang sedang dihadapi, seperti bertanya kepada pakar, mencari dari buku, dll.
DAFTAR PUSTAKA
http://images.bahanajarmbps.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/RwofBQoKCm4AAEroryM1/USING%20MULTIPLE%20%20TEACHING%20METHODS%20STTMCA.ppt?nmid=61102986
http://www. brookes.ac.uk/ services/ocsd/2_learntch/independent.html
http://www.docstoc.com/docs/5041490/Memahami-Lebih-Lanjut-tentang-e-Learning1
http://www.ut.ac.id/html/Strategi-bjj/strategi.htm
http://fkunissula.ac.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=28&Itemid=55
http://063423233.multiply.com/journal/item/18
http://www.laboratorium-um.sch.id/files/BAB%20II%20OPTIMALISASI%20STRATEGI%20PEMBELAJARAN.pdf
http://yasri.posterous.com/bahan-ajar-mtk
http://blog.unila.ac.id/ayuna/files/2009/06/ayuna-tantina-0711011004.pdf
Mujiman,H,2008.Belajar Mandiri (Self Motivated Learning).Surakarta:LPP dan UNS Press.
J, Austin and L, David., 2003. Argumentation and Debate Citical Thingking for Reasooned Decision Making. Canada : Wadsworth
O'Shea, E. (2003) Self-directed learning in nurse education: a review of literature. Journal of Advanced Nursing.
http://zulharman79.wordpress.com/2007/07/13/belajar-mandiri/
Thomas, F. Nelson, Laird et al., 2009. Suporting Deep Approaches to Learning in Student Arrairs. http://cpr.iub.edu.

DOWNLOAD NOW

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.