Sabtu, 23 April 2011

CAIRAN TUBUH


Cairan dalam tubuh manusia meliputi lebih kurang 60% total berat badan laki-laki dewasa. Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu, sesuai dengan jenis kelamin dan umur individu tersebut. Pada wanita dewasa, cairan tubuh meliputi 50% dari total berat badan. Pada bayi dan anak-anak, prosentase ini relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa dan lansia.

Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. 2/3 bagian (60%) dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) sedangkan 1/3 bagiannya (40%) berada di luar sel (cairan ekstrasel/CES). CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan. Selain kedua kompatmen tersebut, ada kompartmen lain yang ditempati oleh cairan tubuh, yaitu cairan transel. Namun volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na+ dan Cl- terutama terdapat pada cairan ektrasel, sedangkan ion K+ di cairan intrasel. Anion protein tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan intrasel dan plasma.

Cairan ekstrasel banyak mengandung ion natrium klorida, dan bikarbonat plus berbagai nutrien untuk sel, seperti oksigen, glukosa, asam lemak dan asam amino. Cairan ekstrasel juga mengandung karbon dioksida yang diangkut dari sel ke paru untuk diekskresi. Ditambah berbagai produk sampah sel lainnya yang diangkut ke ginjal untuk diekskresi. (Guyton and Hall, 2007).

Cairan ekstrasel baik plasma darah dan cairan interstisial, keduanya mengandung sejumlah besar ion natrium dan ion Cl, sejumlah besar ion bikarbonat, tetapi hanya sejumlah kecil kalium, kalsium, magnesium, phospat, sulfat dan ion asam organik. (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2006).

Komponen-komponen didalam milieu interiur adalah sebagi berikut : (Guyton and Hall, 2007)

Nama Cairan
Nilai Normal
Kisaran Normal
Kira-Kira Batas Nonletal Jangka Pendek
Satuan
Oksigen
40
35-45
10-1000
mm Hg
Karbon dioksida
40
35-45
5-80
mm Hg
Ion natrium
142
138-146
115-175
mmol/L
Ion kalium
4,2
3,8-5,0
1,5-9,0
mmol/L
Ion kalsium
1,2
1,0-1,4
0,5-2,0
mmol/L
Ion klorida
108
103-112
70-130
mmol/L
Ion bikarbonat
28
24-32
8-45
mmol/L
Glukosa
85
75-95
20-1500
mg/dl
Suhu tubuh
98,4 (37,0)
98-98,8 (37,0)
65-110 (18,3-43,3)
0F (0C)
Asam-basa
7,4
7,3-7,5
6,9-8,0
pH

Dehidrasi
Dehidrasi terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang masuk kedalam tubuh. Dengan kata lain dehidrasi terjadi karena cairan yang terdapat didalam tubuh keluar terlalu banyak daripada yang masuk kedalamnya. Namun karena mekanisme yang terdapat pada tubuh manusia sudah sangat unik dan dinamis maka tidak setiap kehilangan cairan akan menyebabkan tubuh dehidrasi.

Dalam kondisi normal, kehilangan cairan dapat terjadi saat kita :

  • Bernafas
  • Kondisi cuaca sekitar
  • Berkeringat
  • Buang air kecil dan buang air besar.
    Sehingga setiap hari kita harus minum cukup air guna mengganti cairan yang hilang saat aktifitas normal tersebut.

    Apakah yang menyebabkan dehidrasi?

    Dehidari terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara pemasukan cairan sangat kurang. Beberapa kondisi yang sering menyebabkan dehidrasi antara lain :

  • Muntah
  • Diare
  • Berkeringat
  • Diabetes
  • Luka bakar
  • Kesulitan minum
    Apakah gejala dan tanda dehidrasi?

    Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :
  1. Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan
  2. Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.

      Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu :
  1. Mulut kering.
  2. Berkurangnya air mata.
  3. Berkurangnya keringat.
  4. Kekakuan otot.
  5. Mual dan muntah.
  6. Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.

    Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multiorgan. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.

    Bagaimana mengobati dehidrasi?

    Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan pemasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini adalah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman.

    Keputusan menggunakan cairan infus sangat terggantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing.

    Penggunaan obat obatan diperlukan untuk mengobati penyakit penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain lain. Contohnya adalah oralit pada dehidrasi penyebab diare. Dengan cara kerja dari campuran yang terdiri dari dua larutan,yaitu gula dan garam, yang mana setiap larutan mempunyai peran yang berbeda. Larutan garam berfungsi untuk menyerap air yang berlebihan pada kolon. Sedangkan laruta gula berfungsi sebagai larutan pengganti cairan tubuh yang hilang.


    Sumber

    http://ikdu.fk.ui.ac.id/integrasi%206.htm

    Sherwood, Lauralee. (2004). Human Physiology: From cells to system. 5th ed. California: Brooks/Cole-Thomson Learning, Inc.

    Silverthorn, D.U. (2004). Human Physiology: An Integrated approach. 3th ed. San Fransisco: Pearson Education.

    http://www.perawatonline.com/index.php/artikel-keperawatan/kep-medika-bedah/22-fisiologi-manusia

    Pearce, Evelyn C. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia.

    Scanlon, Valarie C. 2006. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta. EGC.

    Guyton, Arthur C and Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Jakarta: EGC.

    Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
DOWNLOAD NOW


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Diberdayakan oleh Blogger.