Minggu, 24 April 2011

LAPORAN TUTORIAL PBL









PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING
PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN

  BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Seiring dengan semakin berkembangnya zaman, sistem pendidikan di dunia juga semakin berkembang, terutama sistem pendidikan untuk kedokteran. Misalnya negara Amerika, Kanada, Argentina, Singapura, Indonesia, dll. Meskipun demikian di Indonesia sendiri walaupun telah berkembang, namun masih dinilai sangat lemah dan buruk serta jauh dari system pendidikan yang telah diterapkan Negara lain. Hal tersebut membuat sumber daya manusia yang ada di Negara kita kalah dari Negara lain, terutama mutu dan kualitas pendidikannya. Oleh karena itu masih sangat diperlukan untuk meningkatkan kembali system pendidikan yang ada di Indonesia.

Melihat dari situasi tersebut, KKI yang merupakan lembaga / Institusi yang salah satu tugasnya menentukan / menetapkan sistem pendidikan yang digunakan untuk pembelajaran pada fakultas kedokteran mulai menerapkan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning atau yang lebih dikenal sebagai sistem pembelajaran yang mengajarkan mahasiswa untuk dapat bekerja secara kelompok di dalam menyelesaikan suatu masalah yang diambil dari permasalahan dari dunia nyata yang lebih lanjutnya akan digunakan seven jump di dalam tutorial untuk memecahkan masalah yang telah disajikan sebelumnya sehingga mahasiswa dalam hal ini diharuskan untuk berperan aktif didalam diskusi / pembelajaran tersebut serta diharapkan untuk dapat mengasah kemampuan berfikir seoptimal mungkin.
 
  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Dalam pengertian KKI terdapat kata non struktural. Apa yang dimaksud non struktural?
    2. Apa perbedaan KBK dan PBL?
    3. Apa kelebihan dan kekurangan dari KBK dan PBL?
    4. Sebutkan contoh – contoh yang ditetapkan KKI?
    5. Manfaat PBL cukup kompleks dan ambigu. Apa maksud dari ambigu?
    6. Apa saja proses – proses PBL?
    7. Apa hubungan dari KKI dengan AIPKI?

  1. TUJUAN
Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial pertama Blok I "Problem Based Learning", agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya :
    1. Definisi istilah – istilah kedokteran
    2. Kelebihan dan kekurangan antara PBL dengan KBK
    3. Tugas – tugas / yang ditetapkan KKI
    4. Langkah - langkah / proses – proses di dalam Problem Based Learning

  1. MANFAAT
    1. Mahasiswa mengerti dan memahami definisi tentang istilah – istilah yang ada di dalam kedokteran beserta sistem pendidikannya seperti KBK, KKI, PBL, AIPKI, dll.
    2. Mahasiswa mengerti dan mengetahui apa kelebihan dan kelemahan dari sistem KBK dan PBL di dalam pendidikan kedokteran
    3. Mahasiswa mengerti dan memahami apa tugas – tugas KKI beserta hal – hal yang ditetapkan oleh KKI
    4. Mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana langkah / proses urutan yang digunakan dalam Problem Based Learning dan kemudian menerapkannya dalam tutorial.

BAB II
STUDI PUSTAKA
  1. TINJAUAN PUSTAKA
    1. Konsil Kedokteran Indonesia
Konsil Kedokteran Indonesia adalah suatu badan otonom, mandiri, nonstruktural, dan bersifat independen yang terdiri atas konsil kedokteran dan konsil kedokteran gigi. Yang artinya, berdiri sendiri, tidak berada di bawah naungan badan / institusi lain namun memiliki anak badan / lembaga yang banyak. Misalnya AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia). AIPKI adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh para dekan fakultas kedokteran seluruh Indonesia yang berfungsi memberikan pertimbangan dalam rangka memberdayakan dan menjamin kualitas pendidikan kedokteran yang diselenggarakan oleh fakultas kedokteran.

Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai berbagai macam tugas yang diantaranya adalah :
      1. mengatur / menetapkan tata cara registrasi dokter dan dokter gigi
      2. penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik, kemitraan dalam hubungan dokter-pasien
      3. tata cara penanganan kasus dugaan pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
      4. pedoman penegakan disiplin profesi kedokteran yang harus ditaati oleh dokter dan dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran
      5. Bertanggung-jawab dalam pengelolaan sistem pendidikan kedokteran
      6. Bertanggung-jawab dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan kedokteran. (Permenkes,2007)

    1. Definisi
Kompetensi adalah pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur. (Hall dan Jones,2008)
Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah keseluruhan tentang pembelajaran aktif (active learning) dimana guru membantu siswa untuk belajar bagaimana belajar dari pada hanya mempelajari isi (learn how to learn rather than just cover content). (Eve Krakow,2005)
Problem Based Learning adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata. (Duch,2005)
    1. Proses – Proses di Dalam PBL
Proses yang digunakan di dalam pembelajaran PBL yaitu dengan menggunakan metoda 7 langkah atau yang biasa disebut seven jump.
Langkah – langkah seven jump adalah sebagai berikut :
·         Langkah I    :    Identifikasi dan klarifikasi istilah konsep yang belum diketahui / dipahami yang terdapat di dalam skenario
·         Langkah II    :    Menentukan masalah – masalah untuk didiskusikan
·         Langkah III    :    Sesi brainstorming untuk mendiskusikan daftar masalah yang telah disepakati. Setiap mahasiswa wajib memberi saran atau hipotesis tentang suatu penjelasan yang memungkinkan       
·         Langkah IV    :    Periksa langkah I dan II dan menyusunnya menjadi sebuah solusi sementara        
·         Langkah V    :    Perumusan sasaran belajar.setiap anggota dapat mengusulkan sasaran belajar yang akan dicapai agar dapat memahami daftar masalah yang telah disepakati       
·         Langkah VI    :    Belajar mandiri. Setiap anggota mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan daftar masalah yang telah disepakati melalui berbagai sumber belajar mandiri           
·         Langkah VII    :    Kelompok berdiskusi mengenai informasi yang telah mereka dapatkan.
  1. Kelebihan Dan Kekurangan KBK Dan PBL
·         KBK
o    Kelebihan :
1.      Mengembangkan kompetensi-kompetensi peserta didik pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri
2.      Mengembangakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student
oriented). Peserta didik dapat bergerak aktif secara fisik ketika belajar dengan memanfaatkan indra seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta pikiran terlibat dalam proses belajar. Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan bergerak dan berbuat, belajar dengan berbicara dan mendengar, belajar dengan mengamati dan menggambarkan, serta belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir.
3.      Pengajar diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing
4.      Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik.
5.      Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten.
·         Kelemahan :
1.      Paradigma pengajar dalam pembelajaran KBK masih seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya yang lebih pada teacher oriented
2.      Sarana dan pra sarana pendukung pembelajaran yang belum merata di setiap setiap Perguruan Tinggi, sehingga KBK tidak bisa diimplementasikan secara komprehensif.
3.      Kebijakan pemerintah yang setengah hati, karena KBK dilaksanakan dengan uji coba di beberapa sekolah mulai tahun pelajaran 2001/2002 tetapi tidak ada payung hukum tentang pelaksanaan tersebut.
·         Di samping kelemahan dalam kebijakan dan implementasi KBK juga memiliki kelamahan dari sisi isi kurikulum, antara lain:
1.      Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun, padahal indikator sebaiknya disusun oleh pengajar, karena pengajar yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik dan lingkungan
2.      Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan pengajar untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan.
·         PBL
o    Kelebihan :
1.      Retensi siswa pada apa yang dipelajari lebih lama dan kuat
2.      Pengetahuan terintegrasi dengan lebih baik
3.      Mengembangkan keterampilan belajar jangka panjang, yaitu bagaimana meneliti, berkomunikasi dalam kelompok, dan bagaimana menangani masalah.
4.      Meningkatkan motivasi, minat dalam bidang studi, dan kemandirian belajar.
5.      Meningkatkan interaksi siswa-siswa dan siswa-guru. (CIDR, 2004)
·         Kelemahan :
1.      Instrumen penilaian hasil belajar yang valid dan dapat diterima sulit dibuat atau ditafsirkan
2.      Waktu yang diperlukan dalam pembelajaran lebih banyak
3.      Kendala pada faktor guru yang sulit berubah orientasi dari guru mengajar menjadi siswa belajar
4.      Sulitnya merancang masalah yang memenuhi standar pembelajaran berbasis masalah. (Ward dan Lee, 2002)
  1. Manfaat PBL
Manfaat di dalam PBL sangat banyak, cukup komplek dan ambigu yang artinya bergantung pada pemahaman dan pembelajaran peserta didik di dalam mengartikan makna tersebut, antara lain :
    1. Berfikir Tingkat tinggi (Higher-Order Thinking)
Scenario masalah yang tidak lengkap memanggil keluar (membangkitkan) berfikir kritis dan kreatif peserta didik, menebak Apa jawaban yang benar yang dikehendaki pengajar untuk saya temukan
    1. Pembelajaran bagaimana belajar (Learning How To Learn)
PBL mengembangkan metakognisi dan pembelajaran diri yang teratur dengan meminta peserta didik untuk menghasilkan cara mereka sendiri mendefinisikan masalah, mencari informasi, menganalisis data dan membuat serta menguji hipotesis, membandingkan strategi lain, dan membaginya dengan siswa lain dan strategi dari pembimbing
    1. Keaslian (Authenticity)
PBL melibatkan peserta didik dalam mempelajari informasi dalam cara yang  sama ketika mengingatnya kembali dan menerapkan dalam situasi yang akan datang dan menilai pembelajaran dengan cara mendemonstrasikan pemahaman dan bukan kemahiran belaka. (Gick and Holyoak, 2003)
BAB III
PEMBAHASAN

Analisis Skenario
Dari skenario I "Problem Based Learning" telah didapatkan informasi sebagai berikut :
  1. Seorang mahasiswi kedokteran sedang bingung dengan penerapan pendidikan dokter dengan memakai Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan pendekatan Problem Based Learning di Fakultas Kedokteran tempat dia menempuh pendidikan dokter.
  2. Dia diberikan buku modul yang berisi skenario – skenario.
  3. Kata kakak kelas, para mahasiswa akan menggunakan seven jump untuk tutorial yang dijalankan.
  4. Ketika ia bertanya kepada dosen, dijelaskan bahwasetelah menjadi dokter harus bias menguasai kompetensi yang telah ditetapkan oleh konsil kedokteran Indonesia.
  5. Lebih lanjut kompetensi itu meliputi kognitif, afektif dan psikomotor.
Berikut merupakan pembahasan scenario :
  • Seiring berkembangnya jaman, sistem pendidikan dokter mulai menerapkan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah suatu kurikulum yang pada tahap perencanaan, terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh pendekatan kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul yang berarti, pada waktu mengembangkan atau mengadopsi pemikiran, maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi, kekuatan dan kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan, serta jangkauan validitas pendekatan tersebut ke masa depan.
  • Yang dilakukan dengan pendekatan yang disebut dengan pendekatan Problem Based Learning. Problem Based Learning adalah sistem pembelajaran yang di dalamnya menggunakan masalah untuk belajar. Yaitu, sebelum pebelajar mempelajari suatu hal, mereka diharuskan mengidentifikasi suatu masalah, baik yang dihadapi secara nyata maupun telaah kasus. Masalah diajukan sedemikian rupa sehingga para pebelajar menemukan kebutuhan belajar yang diperlukan agar mereka dapat memecahkan masalah tersebut.
  • Dalam pemecahan masalah dari skenario – skenario tersebut, akan digunakan seven jump. Seven jump
    adalah suatu langkah yang digunakan dalam pemecahan suatu masalah yang terdiri dari 7 tahap pembelajaran yang mengandalkan pengembangan ketrampilan dan dapat di fungsikan sebagai sarana peningkatan ketrampilan proses sains.
  • Untuk menjalankan suatu tutorial. Tutorial adalah suatu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada pembelajaran secara mandiri yang dilaksanakan dengan cara berdiskusi antar anggota di dalam satu kelompok yang pada akhirnya di harapkan untuk dapat memecahkan masalah – masalah yang telah dihadapkan pada kelompok tersebut.
  • Setelah lulus menjadi dokter harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Konsil Kedokteran Indonesia adalah yang bertugas mengatur, mengesahkan, menetapkan serta membina dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem pendidikan kedokteran dan juga bertanggung jawab dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan kedokteran.
  • Sistem KBK tersebut mencakup berbagai aspek penilaian, yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Afektif adalah suatu penilaian yang berdasarkan pada sikap dan perilaku, yaitu yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. Kognitif adalah penilaian yang berdasarkan kepada kemampuan berfikir, mencakup kemampuan intelektual yaitu mengingat, sampai pada kemampuan di dalam memecahkan suatu masalah. Psikomotorik adalah suatu penilaian yang berdasarkan pada ketrampilan motorik, yaitu yang berhubungan dengan anggota tubuh dan tindakan yang mengkoordinasikan antara syaraf dengan otot.

BAB IV
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
    1. Dengan adanya Problem Based Learning didalam tutorial, mahasiswa lebih mengerti dan memahami skenario / materi yang telah dibahas
    2. Dalam tutorial, dosen hanya bertindak sebagai fasilitator diskusi dan tidak berperan dalam pemberian materi kepad mahasiswa
    3. Pemberian materi disampaikan antar mahasiswa sesuai dengan pengetahuan dari sumber yang didapat
    4. Secara tidak langsung, dapat menambah wawasan mahasiswa
    5. Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih aktif didalam pembelajaran dengan sistem PBL
  1. SARAN
    1. Sebaiknya setiap anggota dapat mengeluarkan pendapat sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal.
    2. Sebaiknya ketua anggota memberi keterbatasan anggotanya di dalam bertanya serta menjawab sehingga anggota lain dapat bertanya serta menjawab secara merata
    3. Sebaiknya mahasiswa lebih berfikir kritis, aktif dan kreatif di dalam sistem pembelajaran PBL
 
DAFTAR PUSTAKA
Erickson, D.K. (1999). A Problem-Based Approach to Mathematics Instruction. The Mathematics Teacher. Vol. 92, No. 6, pp. 516-521
Lubienski, S. T. (1999). Problem-centered mathematics teaching. "Mathematics Teaching in the Middle School," 5 (4). 250-255.
Yamin, Martinis, M. Pd. 2005. Strtegi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Ciputat: Gaung Persada Press
Ward dan Lee, (2002). Review of Problem-Based Learning. Journal of Family and Consumer Sciences Education, Vol. 20, No. 1, Spring/Summer, 2002 A

DOWNLOAD NOW

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.