Selasa, 26 April 2011

LAPORAN TUTORIAL SISTEM KARDIOVASKULER DAN LIMFATIKA



SISTEM KARDIOVASKULER DAN LIMFATIKA
 PADA TUBUH MANUSIA
   
BAB I
PENDAHULUAN
   
A.    LATAR BELAKANG
Tubuh manusia tersusun atas berbagai organ penting yang saling berhubungan dan melakukan fungsinnya masing – masing. Salah satunya adalah jantung.  Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh karena jantung membawa bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel seluruh tubuh melalui medium darah, sehingga jantung berperan penting dalam sistem sirkulasi.(Sherwood, 2001) Dalam bahasa latin, jantung disebut juga cor.
Selama kita hidup, jantung terus menerus bekerja dan berhenti jika kita mati.  Jantung merupakan satu-satunya organ yang tidak terpengaruhi kerja otak.  Hal ini dapat dilihat pada orang yang baru saja mati, jantungnya masih tetap bekerja meskipun hanya sebentar.  Kesehatan manusia dapat dilihat dari kesehatan jantungnya.  Penyakit pada jantung juga sangat beragam.  Penyakit jantung yang sering menyerang orang tua adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) yang lama kelamaan dapat menyebabkan stroke.
   
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana persyarafan sistem kardiovaskuler dan dimana letaknya?
2.      Mengapa sistem kardiovaskuler memiliki sirkulasi sistemik?
3.      Apa sebab dan akibat dari pembesara limfonodi?
4.      Mengapa didalam skenario dalam pemeriksaan denyut jantung dokter memeriksa arteri dorsalis pedis?
5.      Apa saja zat yang terkandung dalam cairan getah bening?
6.      Apa hubungan saluran limfa dengan sistem peredaran darah?
7.      Mengapa setelah berolah raga wajah memerah dan berkeringat?
   
C.    TUJUAN
Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial kedua Blok II "Calon CPNS", agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya :
1.      Pengertian sistem kardiovaskuler beserta organ yang berperan pada sistem tersebut
2.      Saraf – saraf yang terdapat pada sistem kardiovaskuler
3.      Hubungan homeostasis dengan sistem kardiovaskuler
4.      Hubungan hubungan saluran limfa dengan sistem peredaran darah
5.      Zat-zat yang terkandung dalam cairan limfa
   
D.    MANFAAT
1.     Mahasiswa mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan sistem kardiovaskuler, beserta organ-organ yang berperan dalam sistem tersebut
2.      Mahasiswa mengerti dan mengetahui pathogenesis terjadinya RDS
3.      Mahasiswa mengerti dan memahami hubungan antara homeostasis dengan sistem kardiovaskuler
4.      Mahasiswa mengetahui hubungan antara saluran limfa dengan sistem peredaran darah
5.      Mahasiswa mengetahui zat-zat apa saja yang terkandung di dalam cairan limfa.
6.      Mahasiswa mengetahui persarafan yang terdapat pada sistem kardiovaskuler
   
BAB II
STUDI PUSTAKA
   
A.    TINJAUAN PUSTAKA
I.  Sistem Kardiovaskuler
Sistem sirkulasi adalah sistem transportasi tubuh yang memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi yang berfungsi untuk mempertahankan kuantitas dan kualitas dari cairan yang ada di seluruh tubuh.  Sistem ini dimulai dari jantung yang kemudian darah dipompa ke berbagai organ seperti ginjal, otot, otak, dsb.  Sistem ini mengangkut bahan-bahan yang sangat mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.(Sherwood, 2001)
Sistem sirkulasi berkontribusi terhadap homeostasis dalam tubuh. Sistem ini berfungsi sebagai perangkat untuk pemindahan dan penyaluran berbagai bahan dari suatu bagian tubuh ke bagian lain dengan cepat.  Tanpa sistem sirkulasi ini, zat-zat yang berguna bagi tubuh akan sampai dengan waktu yang relatif lebih lama.  Namun dengan sistem transportasi ini hanya perlu beberapa detik untuk  sampai ke tujuan melalui kerja pompa cepat jantung secara difusi sehingga organ-organ didalam tubuh akan tetap bekerja secara normal.(Sherwood, 2001) 
Sistem ini akan terus berfungsi seumur hidup.  Sistem sirkulasi terdiri atas 3 komponen dasar, yaitu:
1)      Jantung
a.    Anatomi jantung,
Jantung terletak di rongga toraks sekitar garis tengah antara sternum di sebelah anterior dan vertebra di sebelah posterior. Posisi jantung tepat berada di tengah. Namun bagian apexnya terletak di sebelah kiri, sehingga pada waktu berkontraksi kita dapat merabanya pada dada bagian kiri. (Sherwood, 2001)
Jantung terbagi menjadi 2 atrium (atrium dextra dan atrium sinistra) dan 2 ventrikel (ventrikel dextra dan ventrikel sinistra).  Ruangan jantung bagian atas (atrium) dan pembuluh darah besar (arteria pulmonalis dan aorta) membentuk dasar jantung.  Secara anatomi, atrium terpisah terpisah dari ruangan jantung sebelah bawah (ventrikel) oleh suatu annulus fibrosus (tempat terletaknya keempat katup jantung dan tempat meletaknya keempat katup jantung dan tempat melekatnya katup maupun otot.(Sylvia Prince,2006)
b.   Fisiologi jantung
Jantung dibagi menjadi 2 pompa yang terpisah yaitu bagian pompa sisi kanan dan sisi kiri.  Bagian dextra memompa darah dari seluruh tubuh menuju pulmo untuk dibersihkan. Namun bagian sinistra memompa darah dari pulmo menuju seluruh tubuh.
Jantung dibagi menjadi 4 ruang. 2 atrium, 2 ventrikel. Diantara atrium sinistra dan ventrikel sinistra ada sekat atrioventrikel (bikuspidal). Sedangkan antara atrium dextra dan ventrikel dextra sekatnya trikuspidal. Diantara 2 belahan jantung agar darah arterial dan venosa tidak tercampur juga ada sekat yang dinamakan septum. (Sherwood, 2001)
c.    Histologi Jantung
Jantung terdiri atas 3 lapisan dari dalam ke luar yaitu endokardium, miokardium, dan epikardium dan terdiri dari 3 tipe otot yang utama, yakni otot atrium, otot ventrikel, dan serabut otot khusus penghantar rangsangan. Otot jantung bergaris-garis dengan pola yang sama dengan pola yang terdapat pada otot rangka yang khas. Otot jantung memiliki miofibril-miofibril yang mengandung aktin dan myosin.
Jantung terdiri dari 2 sinsisium; sinsisium atrium dan sinsisium ventrikel. Atrium dan ventrikel dipisahkan oleh jaringan fibrosa. (Guyton, et al 2001)
2)      Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke seluruh tubuh. (Sherwood, 2001) Pembuluh darah meliputi:
a.         Arteri, yaitu pembuluh darah yang sangat elastis, mengangkut darah dari jantung ke jaringan.
b.         Vena, pembuluh darah yang sangat lentur, mengembalikan darah dari jaringan ke jantung.
c.         Kapiler, pembuluh berdinding tipis dan berpori-pori, tempat pertukaran darah dengan jaringan di sekitarnya.
d.        Arteriol, pembuluh yang banyak mengandung otot.
(Sherwood, 2001)
3)      Darah
Darah adalah medium transportasi bagi bahan-bahan yang akan disalurkan, dilarutkan, atau diendapkan dari dan ke jantung. (Sherwood, 2001) Darah dibagi menjadi:
a.       Eritrosit (sel darah merah). Suatu kantung hemoglobin yang terbungkus membran plasma yang mengangkut O2 dan CO2
b.      Leukosit (sel darah putih). Unit yang dapat bergerak dalam sistem pertahanan tubuh.
c.       Trombosit (keping darah). Jenis ketiga yang terdapat dalam darah. Trombosit berupa fragmen/potongan kecil sel.
(Sherwood, 2001)
   
II. Mekanisme Sirkulasi
Darah yang mengandung banyak CO2 mengalir melalui vena cava superior (dari ekstremitas atas, cavitas thorax, cavitas abdominalis) dan inferior (dari ekstremitas bawah). Darah masuk ke atrium dexter untuk selanjutnya mengalir menuju ventrikel dexter melewati katup trikuspidal.  Kemudian darah keluar dari ventrikel untuk menuju pulmo melewati arteri pulmonalis yang memiliki katup semilunar pulmonalis untuk dibersihkan darahnya (disaring CO2 nya untuk diganti dengan O2 melalui alveolus pulmo).  Setelah dibersihkan darah keluar dari pulmo menuju atrium sinister melalui vena pulmonalis.  Setelah tiba di atrium dexter, darah akan mengalir menuju ventrikel sinister melalui katup bikuspidal.  Kemudian darah akan dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta yang terdapat katup semilunar aorta. (Sherwood, 2001) 
Sistem konduksi pada jantung yaitu dari impuls jantung (berasal dari nodus sinoatrialis) bergerak malalui sistem hantaran berikut : melalui jalur interatrium dan internodus, ke nodus atrioventrikuler, melalui Berkas His, melalui cabang berkas kanan dan kiri, dan melalui sistem purkinje.
Hantaran impuls jantung lambat melalui nodus atrioventrikuler.  Keterlambatan ini memungkinkan sinkronisasi kontraksi atrium sebelum kontraksi ventrikel, mengoptimalkan pengisian ventrikel dan untuk melindungi ventrikel terhadap impuls cepat yang berasal dari atrium.   Hantaran melalui serat Purkinje terjadi cepat dan membantu dalam aktivitas segera dan kontraksi sinkron ventrikel.  Nodus  sinoatrialis, nodus atrioventrikularis, dan serat purkinje mampu menghasilkan impuls secara spontan (otomatis).  Impuls ditimbulkan lebih cepat pada nodus sinoatrialis, sehingga nodus atrialis adalah pacemaker dominan pada jantung.  Sehingga dapat disimpulkan urutan normal rangsangan melalui sistem konduksi adalah nodus sinoatrialis, jalur-jalur atrium, nodus atrioventrikularis, berkas His, cabang-cabang berkas, dan serabut purkinje. 
(Sylvia Price,2006)
   
III. Tekanan Darah, Denyut Nadi dan Curah Jantung
1)   Tekanan Darah
Tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh.(Gayton, 2007)
Nilai normal tekanan darah :
·       Pada bayi                    50        70 – 90 mmHg
·       Pada anak anak           60        80 – 100 mmHg
·       Pada remaja                 60 – 70   90 – 110 mmHg
·       Pada dewasa muda     60 – 70   110 – 125 mmHg
·       Orang tua                    80 – 90    130 – 150 mmHg
2)   Denyut Nadi
Denyut nadi dapat diperiksa melalui arteri carotis communis, arteri radialis, arteri dorsalis pedis, arteri femoris, arteri poplitea, arteri tibialis, dsb.  Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pada arteri radialis karena paling mudah dan jelas.  Pemeriksaan denyut nadi pada arteri dorsalis pedis biasanya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengerasan pada dinding arteri / mengetahui kualitas dan ekualitas arteri.  Kecepatan denyut nadi normal berkisar antara 60-100 x/menit. Lebih dari 100 x/menit dinamakan takikardia, sedangkan kurang dari 60 x/menit disebut brakikardia. (Sherwood, 2001)
3)   Curah Jantung
Curah jantung bergantung pada kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup. Curah jantung (cardiac output) CO adalah volume darah yang dipompa oleh tiap-tiap ventrikel per menit.
Kecepatan denyut jantung normal rata-rata adalah 70x/menit dan volume sekuncupnya 70 ml/menit.
CO= kecepatan denyut x volume sekuncup
Contoh, CO= 70 (x/menit) x 70 (ml/menit)
      = 4900 ml/menit
      ± 5-5,5 liter. (Sherwood, 2001)
Tekanan darah, denyut nadi dan curah jantung dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah olahraga, suhu tubuh, setelah makan, emosi, dan hamil 2 bulan terakhir.  Setelah berolahraga biasanya wajah juga menjadi memerah dan mengeluarkan keringat.  Hal tersebut dikarenakan pada kulit terdapat pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit.  Saat kepanasan, suhu tubuh meningkat dan tubuh kita berusaha menurunkannya kembali hingga ke suhu normal dengan cara membuka pori-pori keringat, sehingga membuat kita menghasilkan keringat dan melebarkan pembuluh darah kapiler.  Reaksi pertama adalah pembuluh darah kapiler melebar, disusul keringat dihasilkan, pori-pori melebar.  Untuk beberapa orang, letak kapiler ini lebih dekat ke permukaan, sehingga saat terjadi pelebaran pembuluhnya, dapat terlihat dengan jelas. Saat inilah tampak pipi / wajah berwarna kemerahan.

IV. Persyarafan Pada Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler banyak terdapat serabut-serabut saraf sistem saraf otonom yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem parasimpatis dan simpatis.  Keduanya mempunyai efek yang saling berlawanan dalam kerja jantung.  Didalam persyarafan jantung terdapat 2 buah sensor utama yaitu baroreseptor dan kemoreseptor.  Baroreseptor terletak di lengkung aorta dan sinus karotikus.  Fungsinya adalah untuk menghambat aktivitas jantung dan menurunnya tekanan arteria memulai refleks kegiatan jantung.  Sedangkan kemoreseptor terletak dalam badan karotis dan badan aorta. Fungsinya untuk meningkatkan aktifitas jantung dengan adanya rangsangan dari medulla oblongata.
Pusat kardioregulator menerima impuls dari baroreseptor dan kemoreseptor, dan kemudian meneruskannya ke jantung dan pembuluh darah melalui serabut saraf parasimpatis (nervous vagus) dan simpatis (nervous kardiak).
Saraf Parasimpatis
Sistem saraf parasimpatis dipersarafi oleh nodus sinoatrialis, otot-otot atrium, dan nodus atrioventrikularis melalui nervous vagus dan meluas sampai ke otot vetrikel.  Saraf parasimpatis bekerja dalam menghambat kerja jantung.  Stimulasi dari serabut ini menyebabkan pelepasan asetilkolin yang memperantarai transmisi impuls saraf pada reseptor jantung.   Respon terhadap stimulasi parasimpatis disebut stimulasi vagal dimana stimulasi ini mampu menurunkan frekuensi denyut jantung sampai benar-benar hilang.
Saraf Simpatis
Serabut saraf simpatis menyebar keseluruh sistem konduksi dan miokardium, dan pada otot polos pembuluh darah.  Kerja saraf simpatis
menyebabkan peningkatan denyut jantung, peningkatan kecepatan hantaran melewati nodus atrioventrikularis, dan peningkatan kontraksi miokardium, dan  vasodilatasi.
Saraf simpatis dan parasimpatis bekerja bersama dalam menstabilkan tekanan darah arteria dan curah jantung untuk mengatur aliran darah sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh.  Rangsangan pada saraf simpatis dan dengan hambatan pada saraf parasimpatis dapat meningkatkan curah jantung dan tekanan arteria.
   
V.  Limfonodi
Limfonodi, yaitu kelenjar
yang berfungsi sebagai pertahanan kekebalan tubuh (sistem imun).  Kelenjar ini mengandung zat-zat yang berguna untuk tubuh, diantaranya adalah protein, lemak, limfosit, sel darah putih, fibrinogen, albumin, sel-sel pembentuk pertahanan tubuh, dsb.(www.aafp.org)  kelenjar ini dapat membesar oleh karena penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KGB itu sendiri, seperti limfosit, sel plasma, monosit dan tristiosit.  Penyebab lainnya yaitu karena proses peradangan (neutrofil), yang artinya kelenjar itu sedang dalam proses melawan bakteri yang masuk, infiltrasi sel-sel ganas atau timbunan dari penyakit metabolit lemak.  Jika dalam proses peradangan, bakteri dapat tereliminasi maka kelenjar tersebut akan mengalami regresi kembali.  Namun proses peradangan tersebut pada beberapa individu dapat menjadi berlebihan, sehingga pembesarannya menjadi relatif lebih besar dan lebih sensitif, terutama pada individu dengan riwayat alergi dan asma.  Akibatnya terjadi pembengkakan yang terasa nyeri jika ditekan dan terasa berfluktuasi.  Kulit yang diatasnya sering berwarna merah, penetrasi infeksi ke permukaan kulit, dan menimbulkan sinus yang mengalirkan cairan.(Robbins and Cotran,2008)
Saluran limfatikus berhubungan langsung dengan sistem saluran peredaran darah.  Sistem limfatikus menampung atau mengembalikan sebagian cairan yang mengalami extravasasi pada kapiler ke sirkulasi darah sehingga cairan darah dapat dipertahankan yaitu dengan aliran cairan limfatik masuk ke jugularis interna dan vasa subclavia sinistra yang sepanjang alirannya dilengkapi dengan kelenjar getah bening untuk membersihkan cairan tubuh dari benda asing sebelum masuk sirkulasi darah.(Silvia and Lorraine)
   
BAB III
PEMBAHASAN
   
Analisis Skenario
Dari skenario II "Calon CPNS" telah didapatkan informasi sebagai berikut :
1.        Harun, calon CPNS, hari ini menjalani tes kesehatan di RSUD Kota Surakarta.
2.        Pertama-tama dokter memeriksa tekanan darah, heart rate, dan frekuensi pernapasannya.
3.       Dokter memeriksa nadi dengan meraba arteri carotis communis, a. radialis, dan a. dorsalis pedis.
4.        Dokter juga memeriksa ada tidaknya pembesaran limfonodi.
5.        Kemudian Harun diminta untuk berlari di atas treadmill.
6.        Setelah 15 menit, Harun merasakan denyut jantung dan nafasnya bertambah cepat, bajunya basah oleh keringat serta wajahnya memerah.  Setelah selesai menjalani serangkaian pemeriksaan, Harun dinyatakan sehat. Harun membaca lembaran hasil pemeriksaan yang tertera Sistole 120, diastole 80, nadi 75x/menit, teratur, bunyi jantung I dan II normal.
Berikut merupakan pembahasan scenario :
v  Harun sedang menjalani tes kesehatan di RSUD Kota Surakarta.  Tes kesehatan adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mengecek kesehatan seseorang.
v  Hal-hal yang diperiksa dokter dari kesehatan Harun adalah tekanan darah,. Heart rate dan frekuensi pernafasannya.  Heart rate adalah denyut nadi.
v  Kemudian dokter memeriksa denyut nadi Harun pada arteri carotis communis, arteri radialis, dan arteri dorsalis pedis.  Arteri carotis communis adalah arteri yang terletak pada leher.  Arteri radialis adalah arteri yang terletak pada pergelangan tangan.  Arteri dorsalis pedis adalah terletak pada lengkung mata kaki.
v  Kemudian dokter memeriksa ada tidaknya pembesaran limfonodi pada tubuh Harun.  Pembesaran limfonodi adalah pembesaran cairan limfe pada daerah tertentu seperti mulut (tonsil), leher, paha, dll.
v  Setelah itu Harun diminta untuk berlari diatas treadmill.  Treadmill adalah alat kesehatan yang menggunakannya dengan cara berjalan / berlari dengan diinjak pada bagian atasnya.
v  Setelah semua pemeriksaan selesai, didapat lembaran hasil pemeriksaan dengan systole, diastole, nadi dan bunyi jantung I dan II normal.  Sistole
adalah saat ventrikel kontraksi sedangkan atrium relaksasi. Valvula atrioventriculare menutup, darah akan terpompa menuju aorta dan a.pulmonalis.  Diastole adalah terjadi saat ventrikel relaksasi dan atrium kontraksi. Valvula atrioventriculare terbuka darah masuk ke ventrikel, semilunar aorta dan pulmonalis menutup.  Bunyi jantung I adalah awalan dari siklus sistole, karena menutupnya katup atrioventriculare. Bernada rendah, lunak dan relatif lama.  Bunyi jantung II
adalah Permulaan diastole ventrikel, karena penutupan katup semilunaris. Bernada lebih tinggi, tetapi lebih singkat dan tajam.
   
BAB IV
PENUTUP
   
A.    KESIMPULAN
Dari materi yang telah diuraikan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Jantung merupakan organ yang sangat penting yang bekerja sendiri tanpa pengaruh dari organ lain.  Jantung bekerja karena adanya potensial aksi yang menyebar melalui membran sel-sel otot. Sebagai pemacunya (pace maker)
adalah nodus sinoatrium.
Jantung merupakan organ yang sangat berpengaruh besar dalam sistem sirkulasi yang berfungsi untuk menyalurkan bahan-bahan yang mutlak sangat diperlukan oleh sel-sel dalam tubuh.
Didalam jantung dibagi menjadi 2 atrium (atrium dexter dan atrium sinister) dan  2 ventrikel (ventrikel dexter dan ventrikel sinister).  Pada jantung terjadi 2 tekanan, yaitu tekanan sistole dan diastole. Sistole terjadi saat ventrikel berkontraksi dan atrium relaksasi.  Sedangkan diastole terjadi saat ventrikel relaksasi dan atrium berkontraksi dan diketahui tekanan normal jantung pada manusia dewasa berkisar 120 (sistole) / 80 mmHg (diastole) dan kecepatan denyut jantung antara 60-100 x/menit serta curah jantung antara 5 – 5,5 liter/menit.
   
B.      SARAN
1.      Sebaiknya mahasiswa telah mengerti tentang sistem kardiovaskuler pada manusia beserta organ-organ yang berperan didalamnya.
2.      Sebaiknya mahasiswa lebih memahami pengertian dari homeostasis.
3.      Sebaiknya mahasiswa mengetahui dan memahami lebih dulu tentang gangguan kerja jantung serta gangguan pada pembuluh limfa yang biasa dialami oleh manusia pada umumnya, zat kandungan cairan limfa, dll yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler dan sistem limfatik.
4.      Sebaiknya mahasiswa lebih mengetahui ataupun mencari tahu lebih banyak informasi sejelas – jelasnya tentang permasalahan yang sedang dihadapi, seperti bertanya kepada pakar, mencari dari buku, dll.
   
DAFTAR PUSTAKA
Guyton, N Hall.2001.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC
Setiowati, Tetty. Furqonita, Deswanty. Biologi Interaktif. Jakarta: Azka Press
Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa. Jakarta: EGC
Sherwood, L.2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC
Asisten Anatomi FK UNS 1999-2000. 2003. Guidance to Anatomy II. Surakarta: UNS Press
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06/25/1325/13/Sehat-dengan-Terapi-Tertawa
http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=206&Itemid=3
Price, Sylvia. 2006. Patofisiologi. Jakarta : EGC

DOWNLOAD NOW
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.