Selasa, 26 April 2011

LAPORAN SISTEM RESPIRASI



 PENTINGNYA SISTEM RESPIRASI BAGI MANUSIA BESERTA GANGGUANNYA
   
BAB I
PENDAHULUAN
   
A.    LATAR BELAKANG
Manusia dikaruniai tubuh yang tersusun atas triliyunan sel dan organ-organ yang saling berinteraksi dan terbagi menjadi bermacam-macam sistem tubuh yang sangat penting bagi tubuh.  Sistem-sistem tersebut diperlukan oleh tubuh agar tubuh tetap dalam keadaan stabil (homeostasis) agar sel didalam tubuh tetap hidup dan melakukan fungsi dasar secara optimal.  Sistem-sistem tersebut dijalankan oleh organ-organ yang berbeda-beda yang terdapat di dalam tubuh, Salah satu contohnya adalah sistem respirasi.  Sistem respirasi dijalankan oleh  organ-organ yang dapat terlihat dari luar sampai dengan yang terdapat didalam torax, yaitu rongga hidung, laring, trachea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus.  Tanpa salah satu organ tersebut, biasanya akan terjadi gangguan pernafasan yang mengakibatkan manusia akan sulit untuk bertahan.  Gangguan pernafasan sangat beragam.  Salah satu contohnya adalah Respiratory Distress Syndrome (RDS) atau yang biasa disebut juga Hyaline Membrane Disease (HMD), yaitu sindrom gawat napas yang disebabkan defisiensi surfaktan terutama pada bayi yang lahir dengan masa gestasi kurang (prematur).   Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan penyebab terbanyak dari angka kematian pada bayi premature.  Faktor utama penyebab terjadinya RDS adalah surfaktan.  Seiring dengan berkembangnya berbagai hal dalam bidang kedokteran, saat ini telah berhasil ditemukan surfaktan untuk RDS, yang merupakan pengobatan yang dapat mengurangi kebutuhan tekanan ventilator dan dapat mengurangi konsentrasi oksigen yang tinggi.  Dengan kata lain surfaktan dapat diberikan sebagai pencegahan RDS maupun sebagai terapi penyakit pernapasan pada bayi yang disebabkan adanya defisiensi atau kerusakan surfaktan.
   
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana persyarafan sistem kardiovaskuler dan dimana letaknya?
2.      Mengapa sistem kardiovaskuler memiliki sirkulasi sistemik?
3.      Apa sebab dan akibat dari pembesara limfonodi?
4.      Mengapa didalam skenario dalam pemeriksaan denyut jantung dokter memeriksa arteri dorsalis pedis?
5.      Apa saja zat yang terkandung dalam cairan getah bening?
6.      Apa hubungan saluran limfa dengan sistem peredaran darah?
7.      Mengapa setelah berolah raga wajah memerah dan berkeringat?
   
C.    TUJUAN
Laporan ini ditulis sebagai hasil tutorial kedua Blok II "Calon CPNS", agar tercapai pemahaman mahasiswa secara teori, diantaranya :
1.      Pengertian sistem kardiovaskuler beserta organ yang berperan pada sistem tersebut
2.      Saraf – saraf yang terdapat pada sistem kardiovaskuler
3.      Hubungan homeostasis dengan sistem kardiovaskuler
4.      Hubungan hubungan saluran limfa dengan sistem peredaran darah
5.      Zat-zat yang terkandung dalam cairan limfa
   
D.    MANFAAT
1.     Mahasiswa mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan sistem kardiovaskuler, beserta organ-organ yang berperan dalam sistem tersebut
2.      Mahasiswa mengerti dan mengetahui pathogenesis terjadinya RDS
3.      Mahasiswa mengerti dan memahami hubungan antara homeostasis dengan sistem kardiovaskuler
4.      Mahasiswa mengetahui hubungan antara saluran limfa dengan sistem peredaran darah
5.      Mahasiswa mengetahui zat-zat apa saja yang terkandung di dalam cairan limfa.
6.      Mahasiswa mengetahui persarafan yang terdapat pada sistem kardiovaskuler
    
BAB II
STUDI PUSTAKA

  A.
    TINJAUAN PUSTAKA
I.  Sistem Respirasi
Respirasi atau pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.
Respirasi melibatkan keseluruhan proses yang menyebabkan pergerakan pasif O2 dari atmosfer ke jaringan untuk menunjang metabolisme sel, serta pergerakan pasif CO2 yang merupakan produk sisa metabolisme dari jaringan ke atmosfer. (Sherwood, 2001)
Sistem respirasi sangat berperan didalam mempertahankan kestabilan tubuh ( homeostasis ).  Dengan memperoleh O2 dari  udara dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal didalam tubuh. Sistem ini membantu mengatur pH lingkungan internal dengan menyesuaikan tingkat pengeluaran CO2 pembentuk asam. (Sherwood, 2001)
Sistem respirasi bermanfaat bagi kehidupan sel, karena sel membutuhkan pasokan O2 agar tetap hidup dan CO2 yang harus selalu dikeluarkan terus menerus.  Sehingga jika tidak terdapat sistem respirasi, sel didalam tubuh tidak akan dapat hidup dan kita akan menjadi mati. (Sherwood, 2001)
Respirasi dibagi menjadi respirasi internal dan eksternal.
1.    Respirasi Internal
Respirasi internal atau seluler mengacu pada proses metabolisme intrasel yang berlangsung di dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul ke nutrient. (Sherwood, 2001)
2.    Respirasi Eksternal
Respirasi eksternal mengacu kepada keseluruhan rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. (Sherwood, 2001) Respirasi eksternal meliputi:
a.    Ventilasi atau pertukaran udara secara bergantian antara atmosfer dan alveolus. Kecepatannya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
b.    Pertukaran O2 dan CO2 di alveolus dan darah pada pulmonalis memalui difusi
c.    O2 dan CO2 diangkut oleh darah antara paru-paru dan jaringan.
d.   Pertukaran O2 dan CO2 antara jaringan dan darah mealui difusi yang melintasi kapiler sistemik (jaringan).
(Sherwood, 2001)
   
II. Organ Pada Sistem Respirasi
Organ yang terlibat dalam proses respirasi meliputi :
a.         Cavum nasi
b.         Pharinx
c.         Larinx
d.        Trachea
e.         Bronchus
f.          Bronchiolus
g.         Sakus alveoli dan alveoli
h.         Musculus-musculus inspirasi dan ekspirasi
Disamping organ-organ yang terdapat didalam rongga dada, terdapat organ-organ lain yang turut berperan didalam proses pernafasan, yaitu saraf ventral respiratory yang terletak pada medulla oblongata.  Kemudian terdapat otot pernafasan utama yang juga berperan dalam proses pernafasan, yaitu musculus intercostalis superior dan inferior dan diafragma.
   
III. Volume dan Kapasitas paru-paru
1)   Pengukuran Volume
Pengukuran volume menunjukan jumlah udara. dalam paru-paru selama beberapa berbagai siklus pernapasan. Tiap volume tidak dapat dibagi kedalam bagian yang lebih kecil, karena ini menunjukan unit dasar.
·     Volume tidal (VT) adalah volume udara yang digerakkan masuk dan keluar pada tiap pernapasan normal.  Terukur kurang lebih 500 mL.
·     Volume cadangan inspirasi (VCI) menunjukkan jumlah udara dimana seseorang dapat dengan sekuat-kuatnya menghirup udara setelah inspirasi tidal normal. VCI biasanya kira-kira 3.000 MI.
·     Volume cadangan ekspirasi (VCE) adalah volume udara dimana seseorang dapat dengan sekuat-kuatnya mengeluarkan udara setelah ekshalasi tidal normal. VCE biasanya kira-kira 1. 200 MI.
·      Volume residu (VR) adalah volume udara sisa setelah ekspirasi kuat. Volume ini dapat diukur hanya dengan spirometer tak langsung, sedangkan yang lain dapat diukur secara langsung.
2)   Pengukuran Kapasitas
Pengukuran kapasitas menghitung sebagian siklus paru-paru.  Ini diukur sebagai kombinasi volume sebelumnya.
·           Kapasitas inspirasi (KI) adalah jumlah udara yang dapat diinhalasi (dihirup) sengan kuat bila mulai dari tingkat ekspirasi normal. Ini sama dengan VT ditambah VCI dan kurang lebih 3.500 ml.
·           Kapasitas residu fungsional (KRF) adalah jumlah sisa udara pada akhir ekspirasi normal. Ini adalah jumlah dari VCE dan VR dan kurang lebih 2.300 ml.
·           Kapasitas vital (KV) adalah jumlah maksimal udara yang dapat dengan kuat diekspirasi setelah inspirasi kuat maksimal. Ini jumiah dari VD VT, dan VCE. Volume ini kurang lebih 4.600 ml pada pria normal.
·           Kapasitas paru total (KPT) sama dengan volume dimana paru-paru dapat diekspansi dengan upaya inspirasi paling kuat. Volume kapasitas kurang lebih 5.800 ml.
(Sherwood, 2001)
   
IV. Frekuensi Pernafasan Normal
Dalam keadaan normal, usaha bernapas hanya memerlukan 3% dari pemakaian pemakaian energy total.
Pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama, yaitu kimiawi dan pengendalian oleh saraf.  Faktor kimiawi inilah yang merupakan faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan.
Berikut ini adalah tabel frekuensi pernafasan pada manusia
  
Frekuensi nafas ( /menit )
Bayi baru lahir
40-60 kali
Bayi 1-11 bln
30 kali
Bayi 1-2 thn
25 kali
Umur 4-12 thn
19-23 kali
Umur 14-18 thn
16-18 kali
Dewasa
12-20 kali
Lansia ( >65 thn )
Jumlah respirasi meningkat secara bertahap
(Sherwood, 2001)
   
V.   Analisis Gas Darah
Analisis gas darah adalah menganalisis zat-zat yang terkandung dalam darah.  Pemeriksaan ini membantu dalam mengkaji tingkat dimana paru-paru mampu untuk memberikan oksigen yang adekuat dan membuang karbon dioksida serta tingkat dimana ginjal mampu untuk menyerap kembali atau mengeksresi ion-ion bikarbonat untuk mempertahnkan PH darah yang normal.
Zat yang diukur dan nilai normalnya dapat dilihat pada table berikut
Pengukuran Gas Darah
Simbol
Nilai Normal
Tekanan CO2
Tekanan O2
Prosentase kejenuhan O2
Konsentrasi ion bikarbonat
Bikarbonat
PaCO2
PaO2
SaO2
PH
HCO3
SBC
CaO2
FiO2
TCo2
AaDO2
35-45 mmHg
80-100 mmHg
97
7,35-7,45
22-26 mEq/L
22-26 mEq/L
16-22 ml/dl
21% (Udara bebas)
≤ 5% tertinggi HCO3
<25 mmHg
   
Sedangkan untuk kadar oksigen dan karbondioksida didalam repirasi adalah:
Ø  Inspirasi
§  Frekuensi O2 = 30% larut dalam darah dipengaruhi Hb tekanan
Ø  Ekspirasi
§  Fisik CO2 = 10%
§  Terikat Hb = 30%
§  Bikarbonat = 60%
Pemeriksaan analisis darah dapat dilakukan dengan cara pengambilan darah dari arteri dan kemudian disimpan didalam sreit.  Buang udara yang terdapat dalam sreit kemudian tutup, kemudian putar-putar sreit sehingga darah bercampur dengan heparin, kemudian beri label nama, suhu, konsentrasi O2, dll dan kemudian kirim ke laboratorium untuk diperiksa secara mikroskopis.
   
VI.  Sindrome Pernafasan
Sindrom pernafasan sangat beragam.  Sindrome pernafasan yang biasanya dialami oleh bayi premature adalah Respiratory Distress Syndrome (RDS) atau Hyaline Membrane Disease (HMD), merupakan sindrom gawat napas yang disebabkan defisiensi surfaktan terutama pada bayi yang lahir dengan masa gestasi kurang.  Manifestasi dari RDS disebabkan adanya atelektasis alveoli, edema, dan kerusakan sel dan selanjutnya menyebabkan bocornya serum protein ke dalam alveoli sehingga menghambat fungsi surfaktan.  Gangguan pernafasan tersebut mengakibatkan sianosis yang disebabkan karena Hb yang tidak mengandung O2 jumlahnya berlebihan dalam pembuluh darah kulit,terutama dalam kapiler, sehingga Hb yang tidak mengandung O2 berwarna biru gelap keunguan yang dapat terlihat dari luar.  Pada penderita sianosis kadarnya 5gr/100mL.  sedangkan pada orang normal kadarnya mencapai 2,5gr/100 mL , dengan catatan Hb tereduksi (Hb tidak terikat O2).
Patofisiologis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.