Sabtu, 23 April 2011

SISTEM RESPIRASI



Respirasi atau pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.

Respirasi melibatkan keseluruhan proses yang menyebabkan pergerakan pasif O2 dari atmosfer ke jaringan untuk menunjang metabolisme sel, serta pergerakan pasif CO2 yang merupakan produk sisa metabolisme dari jaringan ke atmosfer. (Sherwood, 2001)

Sistem respirasi sangat berperan didalam mempertahankan kestabilan tubuh ( homeostasis ). Dengan memperoleh O2 dari udara dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal didalam tubuh. Sistem ini membantu mengatur pH lingkungan internal dengan menyesuaikan tingkat pengeluaran CO2 pembentuk asam. (Sherwood, 2001)

Sistem respirasi bermanfaat bagi kehidupan sel, karena sel membutuhkan pasokan O2 agar tetap hidup dan CO2 yang harus selalu dikeluarkan terus menerus. Sehingga jika tidak terdapat sistem respirasi, sel didalam tubuh tidak akan dapat hidup dan kita akan menjadi mati. (Sherwood, 2001)

Respirasi dibagi menjadi respirasi internal dan eksternal.

  1. Respirasi Internal
    Respirasi internal atau seluler mengacu pada proses metabolisme intrasel yang berlangsung di dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul ke nutrient. (Sherwood, 2001)
  2. Respirasi Eksternal
    Respirasi eksternal mengacu kepada keseluruhan rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. (Sherwood, 2001) Respirasi eksternal meliputi:
  • Ventilasi atau pertukaran udara secara bergantian antara atmosfer dan alveolus. Kecepatannya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
  • Pertukaran O2 dan CO2 di alveolus dan darah pada pulmonalis memalui difusi
  • O2 dan CO2 diangkut oleh darah antara paru-paru dan jaringan.
  • Pertukaran O2 dan CO2 antara jaringan dan darah mealui difusi yang melintasi kapiler sistemik (jaringan).
(Sherwood, 2001)

Organ Pada Sistem Respirasi

Organ yang terlibat dalam proses respirasi meliputi :

  1. Cavum nasi
  2. Pharinx
  3. Larinx
  4. Trachea
  5. Bronchus
  6. Bronchiolus
  7. Sakus alveoli dan alveoli
  8. Musculus-musculus inspirasi dan ekspirasi
    Disamping organ-organ yang terdapat didalam rongga dada, terdapat organ-organ lain yang turut berperan didalam proses pernafasan, yaitu saraf ventral respiratory yang terletak pada medulla oblongata. Kemudian terdapat otot pernafasan utama yang juga berperan dalam proses pernafasan, yaitu musculus intercostalis superior dan inferior dan diafragma.



    Volume dan Kapasitas paru-paru

    1. Pengukuran Volume
    Pengukuran volume menunjukan jumlah udara. dalam paru-paru selama beberapa berbagai siklus pernapasan. Tiap volume tidak dapat dibagi kedalam bagian yang lebih kecil, karena ini menunjukan unit dasar.
  • Volume tidal (VT) adalah volume udara yang digerakkan masuk dan keluar pada tiap pernapasan normal. Terukur kurang lebih 500 mL.
  • Volume cadangan inspirasi (VCI) menunjukkan jumlah udara dimana seseorang dapat dengan sekuat-kuatnya menghirup udara setelah inspirasi tidal normal. VCI biasanya kira-kira 3.000 MI.
  • Volume cadangan ekspirasi (VCE) adalah volume udara dimana seseorang dapat dengan sekuat-kuatnya mengeluarkan udara setelah ekshalasi tidal normal. VCE biasanya kira-kira 1. 200 MI.
  • Volume residu (VR) adalah volume udara sisa setelah ekspirasi kuat. Volume ini dapat diukur hanya dengan spirometer tak langsung, sedangkan yang lain dapat diukur secara langsung.
  1. Pengukuran Kapasitas
Pengukuran kapasitas menghitung sebagian siklus paru-paru. Ini diukur sebagai kombinasi volume sebelumnya.

  • Kapasitas inspirasi (KI) adalah jumlah udara yang dapat diinhalasi (dihirup) sengan kuat bila mulai dari tingkat ekspirasi normal. Ini sama dengan VT ditambah VCI dan kurang lebih 3.500 ml.
  • Kapasitas residu fungsional (KRF) adalah jumlah sisa udara pada akhir ekspirasi normal. Ini adalah jumlah dari VCE dan VR dan kurang lebih 2.300 ml.
  • Kapasitas vital (KV) adalah jumlah maksimal udara yang dapat dengan kuat diekspirasi setelah inspirasi kuat maksimal. Ini jumiah dari VD VT, dan VCE. Volume ini kurang lebih 4.600 ml pada pria normal.
  • Kapasitas paru total (KPT) sama dengan volume dimana paru-paru dapat diekspansi dengan upaya inspirasi paling kuat. Volume kapasitas kurang lebih 5.800 ml.
(Sherwood, 2001)

Frekuensi Pernafasan Normal
Dalam keadaan normal, usaha bernapas hanya memerlukan 3% dari pemakaian pemakaian energy total.

Pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama, yaitu kimiawi dan pengendalian oleh saraf. Faktor kimiawi inilah yang merupakan faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan.

Berikut ini adalah tabel frekuensi pernafasan pada manusia

Frekuensi nafas ( /menit )
Bayi baru lahir
40-60 kali
Bayi 1-11 bln
30 kali
Bayi 1-2 thn
25 kali
Umur 4-12 thn
19-23 kali
Umur 14-18 thn
16-18 kali
Dewasa
12-20 kali
Lansia ( >65 thn )
Jumlah respirasi meningkat secara bertahap
(Sherwood, 2001)

Sumber

http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-ikhsanuddin2.pdf

Astowo. Pudjo. Terapi oksigen: Ilmu Penyakit Paru. Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. FKUI. Jakarta. 2005

http://deasbatamisland.com/2008/01/pengkajian-sistem-pernafasan.html

http://www.crayonpedia.org/mw/SISTEM_PERNAFASAN_PADA_MANUSIA_8.1_SAEFUL_KARIM

http://www.perawatonline.com/index.php/artikel-keperawatan/kep-medika-bedah/22-fisiologi-manusia

http://www.scribd.com

Anonymous. Meditasi Dzikir. Stress and Health Solution. Web .12 Desember 2005. www.MedDzik.org

Asisten Anatomi FK UNS 1999-2000. 2003. Guidance to Anatomy II. Surakarta: UNS Press

Sherwood, L.2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC

DOWNLOAD NOW

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.