Selasa, 05 Oktober 2010

INDEPENDENT LEARNING DIDALAM PENDIDIKAN DOKTER

Sekarang ini dunia telah mengalami perubahan. Salah satu aspeknya yaitu sistem pendidikan yang ada di seluruh dunia. Termasuk sistem pendidikan untuk kedokteran di Indonesia. Dulu proses pendidikan kedokteran di Indonesia yang cenderung masih tradisional dan sangat mengandalkan kuliah teacher centered, yang cenderung menekankan pada transfer pengetahuan, bukan pada pemfasilitasan pembelajaran, diyakini sangat tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya.

Oleh karena itu, proses pendidikan kedokteran yang seperti itu telah dirubah, karena sudah tidak cocok dengan tuntutan keadaan. Saat ini, mahasiswa kedokteran harus dididik dan dilatih dengan menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk menghubungkan konsep dasar dengan situasi yang sebenarnya di lapangan. Institusi penyelenggara pendidikan dokter harus mampu membangun suatu bentuk pendidikan yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritisnya, baik untuk menyelesaikan persoalan pasien nantinya maupun untuk berkontribusi memberikan penyelesaian persoalan masyarakat terkait dengan masalah kesehatan. Maka dari itu, digunakanlah Problem Based Learning pada sistem pendidikan kedokteran di Indoesia yang mengacu pada belajar secara mandiri / Independent Learning yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis para mahasiswa, terutama mahasiswa fakultas kedokteran di Indonesia.
Independent Learning
Independent learning ditetapkan oleh KKI sebagai pembelajaran pada fakultas kedokteran pada tahun 2006. Independent learning adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki. Independent learning dapat juga diartikan sebagai usaha individu untuk melakukan kegiatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri untuk menguasai suatu materi dan atau kompetensi tertentu sehingga dapat digunakannya untuk memecahkan masalah yang dijumpainya di dunia nyata.

Independent Learning memiliki potensi untuk mendorong mahasiswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan yang berjalan sehingga mahasiswa dituntut untuk harus belajar secara mendalam (deep learning), sehingga dapat mengerti dan memahami keseluruhan dari materi yang diberikan dan dapat menjelaskanya kembali secara rinci dan detail, serta dapat berlatih berpikir secara kritis (critical thinking). Sehingga dapat dikatakan bahwa kedua hal tersebut sangat diperlukan didalam pembelajaran dengan menggunakan sistem independent learning.

Salah satu aspek dari Independent Learning adalah self directed learning (belajar mandiri) yang berarti kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Dalam arti mahasiswa mencari, menyusun, mempelajari, mengolah serta mengevaluasi literatur hasil pembelajaran secara mandiri.

Self directed learning merupakan aspek vital, yang artinya aspek yang sangat penting yang isinya terdiri dari aspek medis dan praktek kesehatan masyarakat, salah satunya adalah pengobatan terhadap penyakit di suatu komunitas penduduk, yang merupakan penentu tercapainya tujuan pembelajaran pada PBL.

Prinsip – prinsip di dalam Independent Learning
Prinsip – prinsip mendasar dari independent learning yaitu :
  1. voluntary participation
  2. mutual respect
  3. collaborative spirit
  4. action and reflection (praxis)
  5. critical reflection
  6. self direction

Manfaat Independent Learning
Manfaat dari Independent learning adalah pebelajar menjadi lebih baik dan berkembang. Dari literatur ditegaskan bahwa Independent Learning menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab yang lebih besar di dalam membuat pembelajaran lebih bermakna dengan pemantauan sendiri . Mereka ingin tahu dan bersedia untuk mencoba hal-hal baru, melihat masalah sebagai tantangan, keinginan untuk berubah, dan menikmati belajar. Mereka pun juga termotivasi dan gigih, mandiri, disiplin, percaya diri dan berorientasi pada tujuan.

Independent learning memungkinkan pebelajar untuk belajar menjadi lebih efektif dan bersosialisasi. Sehingga dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, self-directed learning dapat mendorong siswa untuk mengembangkan aturan dan pola-pola kepemimpinan mereka sendiri.

Kelebihan dan Kelemahan Independent Learning
a) Kelebihan :  
  1. On demand (proses belajar dapat dilakukan kapanpun)
  2. Sesuai untuk mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu besar dan aktif mencari sumber belajar
  3. Mengembangkan cara ber-pikir dan sikap ilmiah
  4. Mendorong disiplin dan keterampilan belajar sepanjang hayat

b) Kelemahan :
  1. Menuntut disiplin dan kemandirian belajar yang tinggi
  2. Pendapat serta pertanyaan mhs dpt menyimpang dari pokok persoalan
  3. Kesulitan dlm menyimpulkan sering menyebabkan tdk adanya penyelesaian
  4. Membutuhkan waktu cukup banyak.
Perbedaan Sistem Konvensional dengan Sistem Sekarang
Ciri – ciri metode konvensional adalah : 
  • Berfokus pada dosen
  • Dosen menerangkan dan mahasiswa mendengarkan (one way learning).
  • Mahasiswa bertanya.
  • Dosen menjelaskan seluruh materi
  • Key process is teaching
  • Dosen hanya menyiapkan materi · Mahasiswa membaca menjelang ujian, terutama catatan (reading habit rendah).
  • Mahasiswa pasif (partisipatif rendah).
  • Mahasiswa hanya menghafal materi dan kemudian lupa
Sedangkan untuk ciri – ciri dari metode modern adalah kebalikan dari ciri – ciri metode konvensional yang tertera diatas.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa independent learning sebaiknya digunakan dalam pembelajaran karena :

  1. Dengan independent learning akan terjadi pembelajaran bermakna. Mahasiswa yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan.
  2. Dalam independent learning, mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Artinya, apa yang mereka lakukan sesuai dengan keadaan nyata bukan lagi teoritis sehingga masalah-masalah dalam aplikasi suatu konsep atau teori mereka akan temukan sekaligus selama pembelajaran berlangsung.
  3. Independent learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif mahasiswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

Memanajemen Waktu Yang Efektif Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain. Efektivitas penggunaan waktu sangat dipengaruhi keterampilan kita dalam membaginya. Ada hak belajar, hak bekerja, hak tubuh, hak keluarga, hak ibadah juga hak evaluasi diri. Semuanya harus dibagi secara adil. Sibuk dan hebatnya belajar tanpa disertai istirahat dan ibadah misalnya, hanya akan mendatangkan masalah.
Karena itu, sebuah rencana tidak perlu muluk-muluk. Buatlah secara proporsional dan fleksibel agar kita mudah menjalankannya. Setelah itu kita disiplin menjalankannya. Banyak orang yang hanya pandai membuat rencana, tapi kurang pandai menjalankannya.
Pedoman:
  • Perhatikan waktumu.
  • Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
  • Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
  • Ketahuilah kapan kamu produktif. 

DOWNLOAD NOW

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Diberdayakan oleh Blogger.